JAKARTA – Sebuah pesan yang dikirim Donald Trump kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre tampaknya mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) itu mengambil sikap agresif terhadap Greenland karena ia tidak diberikan Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu.
Dalam pesan tersebut, Trump mengatakan kepada Gahr Støre bahwa penolakan Nobel itu membuatnya tidak lagi merasa "berkewajiban untuk hanya memikirkan perdamaian," demikian isi pesan teks yang dirilis pada Senin (19/1/2026).
Pesan Trump kepada PM Norwegia tampaknya meningkatkan ketegangan antara Washington dan sekutu terdekatnya atas ancamannya untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom anggota NATO Denmark. Pada Sabtu (17/1/2026), Trump mengumumkan pajak impor 10% yang dimulai pada bulan Februari untuk barang-barang dari delapan negara yang telah mendukung Denmark dan Greenland, termasuk Norwegia.
Banyak sekutu lama AS tetap teguh bahwa Greenland tidak untuk dijual, tetapi mendorong Washington untuk membahas solusi. Dalam sebuah pernyataan di media sosial, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan blok tersebut "tidak tertarik untuk memulai konflik" tetapi akan "mempertahankan pendiriannya."


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F20%2F1fa2c81acdbded3a605112db259cc496-FAK_0437.jpg)
