Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Cile. Dilansir reuters, karhutla ini telah menewaskan 19 orang per Senin (19/1).
Kebakaran juga diperparah dengan tiupan angin, yang mengakibatkan pemerintah harus mengevakuasi warga dari 30 titik api yang terus menyebar.
"Hari ini diprediksi ada suhu tinggi, itu ketakutan kami," kata Menteri Keamanan Luis Cordero.
Hal itu diperkuat dengan laporan peringatan terkait suhu yang mencapai 37 derajat celsius, di sejumlah titik.
Ratusan Rumah Hancur
Kebanyakan, korban berada di daerah Penco, sebuah kota kecil di pinggir pantai. Pada Senin pagi, ribuan warga sipil yang rumahnya terbakar menyisir kediaman mereka berbarengan dengan upaya pemadaman yang dilakukan pemadam kebakaran.
Ana Caamano (51) salah seorang warga hanya bisa menatap sedih kediamannya di Lirquen. Rumah itu adalah tempatnya tinggal dan dibesarkan.
Ia meratapi seekor anjing piaraanya yang hangus, serta sejumlah perhiasan yang terpanggang.
"Sebenarnya, mereka tak begitu berharga," kata Caamano.
"Tapi mereka menyimpan kenangan," ucapnya.
Rumah Caamano hanya satu dari 325 rumah yang hancur dilalap api. Sementara ia bergabung dengan 1.100 warga yang ikut diungsikan dari area tersebut.
Menurut catatan terkini Lembaga Kehutanan Cile, pemadaman tengah dilakukan di 34 titik api di penjuru negeri. Titik api terbesar ada di kawasan Nuble dan Bio Bio. Saat ini, Presiden Gabriel Boric telah menerapkan status gawat darurat di dua area tersebut.
Kebakaran ini melanda area seluas 35.000 hektare, konsentrasi terbesar terjadi di pinggiran Kota Concepcion dengan total 14.000 hektare.




