Ini Deretan Pesawat Indonesia yang Kecelakaan di Bulan Januari, Ada yang Penumpangnya Selamat

fajar.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Fajar.co.id, Jakarta — Pesawat ATR 400 yang menabrak Gunung Bulusaraung menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Pesawat tersebut diketahui pertama kali hilang kontak pada Sabtu 17 Januari 2026.

Kecelakaan tragis yang dialami pesawat itu menambah deretan pesawat di Indonesia yang mengalami peristiwa nahas di bulan Januari.

Berikut urutannya:

1.Merpati Air 6715

Pada 10 Januari 1995, pesawat Merpati Nusantara Airlines penerbangan 6715 jatuh di Danau Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia.

Penyebab kecelakaan pesawat karena kerusakan pada salah satu mesin. Penerbangan terjadwal oleh Merpati Nusantara Airlines dari Bima menuju Ruteng. Pesawat tersebut menabrak bukit di Kampung Welu, Desa Ketang.

Pesawat jenis de Havilland Canada DHC-6 Twin Otter tersebut membawa 14 orang, termasuk 4 kru dan 10 penumpang. Seluruh penumpang dan kru tewas dalam kecelakaan tersebut.

2.Lion Air JT-386

Pada 14 Januari 2002, pesawat Lion Air penerbangan 386 jatuh karena gagal lepas landas. Pesawat dijadwalkan bertolak dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau menuju Batam.

Pesawat jenis Boeing 737-200 tersebut membawa 103 orang, termasuk 7 kru dan 96 penumpang. Seluruh penumpang dan kru selamat, namun pesawat mengalami kerusakan parah.

3.Garuda Indonesia 421

Pada 16 Januari 2002, pesawat Garuda Indonesia penerbangan 421 jatuh di Sungai Bengawan Solo, Jawa Timur, Indonesia.

Pesawat Garuda Indonesia saat itu terbang dengan jarak tempuh sekitar 625 km (388 mi; 337 nmi) dari Ampenan ke Yogyakarta.

Pesawat mengalami aktivitas badai petir yang parah saat mendekati tujuannya. Kemudian mengalami flameout di kedua mesin, dan jatuh saat mendarat darurat di sungai yang dangkal.

Pesawat jenis Boeing 737-300 tersebut membawa 60 orang, termasuk 7 kru dan 53 penumpang. 1 orang tewas dan 13 orang lainnya luka-luka dalam kecelakaan tersebut.

4.Adam Air 574

Pada 1 Januari 2007, pesawat Adam Air penerbangan 574 jatuh di Selat Makassar, Pulau Sulawesi, Indonesia.

Pesawat jenis Boeing 737-400 tersebut membawa 102 orang, dengan rincian 6 kru dan 96 penumpang.

Seluruh penumpang dan kru tewas dalam kecelakaan tersebut. Pesawat hilang kontak saat terbang dari Surabaya ke Manado, dan puing-puingnya ditemukan di dasar laut pada kedalaman 2.000 meter.

Penyelidikan menunjukkan bahwa kecelakaan disebabkan oleh kesalahan pilot dan masalah sistem navigasi inersia (INS).

5.Sriwijaya Air 182

Pada 9 Januari 2021, pesawat Sriwijaya Air penerbangan 182 jatuh ke Laut Jawa, tepatnya di perairan Kepulauan Seribu, empat menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pesawat Boeing 737-500 dengan kode registrasi PK-CLC membawa 62 orang dengan rincian 50 penumpang dan 12 awak.

Pesawat nahas ini diketahui hendak menuju Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Investigasi KNKT menunjukkan bahwa kecelakaan disebabkan oleh thrust asymmetry (daya dorong yang berbeda antara mesin kanan dan kiri) dan faktor manusia seperti kepercayaan pada otomatisasi.

62 orang di dalam pesawat pada kecelakaan tersebut seluruhnya dinyatakan meninggal dunia.

Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan oleh tim SAR, dengan bantuan dari TNI, Polri, dan lembaga terkait lainnya. Puing-puing pesawat dan bagian tubuh korban ditemukan di lokasi kecelakaan.

6.ATR 42-500

Kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) terjadi pada 17 Januari 2026, di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut membawa 10 orang dengan rincian 7 awak dan 3 penumpang, dan jatuh saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengategorikan kecelakaan ini sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT), di mana pesawat masih dalam kendali awak namun menabrak lereng gunung.

-Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI Angkatan Udara, dan kepolisian dikerahkan untuk mencari korban. Puing-puing pesawat ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung.

KNKT masih melakukan investigasi untuk menentukan faktor penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan pengaruh cuaca dan kondisi operasional pesawat. (bs-sam/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sepak Terjang Juru Taktik Timnas Indonesia John Herdman: Umur 17 Tahun Ambil Kursus Pelatih, Dua Tahun Kemudian Dapat Lisensi UEFA
• 17 jam lalubola.com
thumb
Lobster di keramba, nilai dipetik di seberang
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenhub: Penyebab insiden pesawat ATR 42-500 diinvestigasi KNKT
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Instruksikan Percepat Pencarian Korban Pesawat ATR
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Forum Kiai Minta Pengurus PBNU yang Terlibat Korupsi Kuota Haji Segera Dipecat
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.