Zainal Arifin Mochtar Sebut PSI Partai Pembohong, Kader Beri Balasan Menohok

fajar.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Salah satu kader dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka merespon keras pernyataan dari Prof Zainal Arifin Mochtar.

Ini berkaitan dengan pernyataan Prof Zainal Arifin Mochtar soal PSI.

Dimana, ia menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini sebagai Partai sombong.

Respon keras pun langsung diberikan oleh Dedy Nur Palakka lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya.

Ia memberikan singgungan soal bagaimana dan apa yang terlebih dahulu dilakukan untuk bergabung ke dalam Partai.

Dedy Nur bahkan memberikan contoh satu sosok yaitu Akbar Faizal yang disebut sulit beradaptasi untuk situasi didalam Partai.

“Kalau belum siap berpartai ada baiknya jangan, karena jika tidak nasibnya bisa seperti bang @akbarfaizal68 yang harus loncat sana dan loncat sini untuk menemukan dirinya,” tulisnya dikutip Selasa (20/1/2026).

“Apakah ia menemukan dirinya? Kelihatannya ngga juga,” sebutnya.

Pendapatnya soal berpartai ada beberapa aspek, terutama untuk belajar untuk menerima perbedaan pola pikir.

“Buat saya berpartai itu adalah belajar menerima ketika pikiran kita ternyata tidak sama, bukan lari atau pindah partai karena alasan personal. Saya menyaksikan begitu banyak politisi yang akhirnya pindah partai hanya karena agenda personal mereka tidak tercapai, lalu sibuk membangun narasi bahwa partai lamanya bermasalah,” sambungnya.

“Mentalitas macam inilah yang sebenarnya menjadi salah satu penyumbang kerusakan parah dalam sistem kepartaian di Indonesia, mereka tidak tahan dan tidak siap berjuang sekeras-kerasnya untuk membangun partainya,” jelasnya.

Lebih jauh, Dedy Nur menyebut masih ada politisi yang bergabung ke Partai dengan loyalitas dan berjuang bersama ada sesuatu yang penting

“Tapi tidak semua Politisi begitu, ada juga yang tetap bersetia berjuang bersama satu sepanjang karir politiknya walau politisi macam itu ngga banyak,” tuturnya.

Soal PSI yang disebut sebagai Partai Sombong, Dedy Nur memberikan sindiran sekaligus peringatan.

Dimana, agenda personal yang gagal atau bahkan tidak tercapai ditempat tersebut, justru jangan sampai menjelek-jelekkan tempat itu.

“Jadi menuding PSI adalah Partai Pembohong sebenarnya hanya bentuk kekecewaan karena agenda personal tidak tercapai atau kecewa karena angan-angan yang ia bangun terlalu tinggi atau ia berharap agar angan-angan yang tinggi dari dia itu di eksekusi oleh orang lain dan dia hanya duduk manis sambil nulis-nulis protes (mirip dengan protes Bpk Prof Zainal Arifin Mochtar),” terangnya.

“Saya lupa ada seorang filsuf dari masa lalu yang pernah bilang ‘kalau kamu mau jadi agen perubahan, maka jadilah. Jangan titipkan ide perubahan itu ke orang lain’ kira-kira bunyinya begitu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Zainal Mochtar mengaku sebagai pemilih PSI pada tahun 2019. Karena PSI menurutnya adalah harapan.

“2023 saya menulis ke Tempe mengkritik PSI habis-habisan karena saya anggap ini ternyata pembohong nih tidak sesuai dengan harapan yang ditegakkan tahun 2019,” ujar Prof Uceng.

“Apa yang saya pilih 2024 bang Akbar , partai Buruh, bahwa sekarang saya kecewa dengan partai buruh, itu sebab lain,” imbuhnya.

(Erfyansyah/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Koja Rasa Jepang, Selokan Air Disulap Jadi Kolam Ikan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Dinamika Global Memanas, SBY Khawatir Pecahnya Perang Dunia III
• 20 jam lalufajar.co.id
thumb
Jembatan Ambruk Diterjang Banjir di Probolinggo, Bocah Tewas Terpeleset ke Sungai
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
TNI Bekerja 24 Jam Bangun Jembatan Darurat di Aceh
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
27 WNA Sindikat Love Scamming di Tangerang Ditangkap
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.