Bursa Saham Asia Melemah, Dibayangi Sentimen Risiko Global

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bursa Saham Asia cenderuh melemah pada Selasa (20/1/2026) seiring friksi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa turut menekan sentimen pasar.

Bursa Saham Asia Melemah, Dibayangi Sentimen Risiko Global. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa Saham Asia cenderuh melemah pada Selasa (20/1/2026) seiring friksi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa turut menekan sentimen pasar.

Menurut data pasar, pukul 10.02 WIB, Indeks saham Jepang Nikkei melemah 0,89 persen, terkoreksi selama empat hari berturut-turut seiring kekhawatiran fiskal domestik yang mendorong imbal hasil obligasi ke level tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Menguat di 9.156, Cetak Rekor ATH Lagi

Indeks Topix yang lebih luas ikut terkoreksi 0,98 persen.

Mengutip Reuters, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Senin secara resmi menyerukan pemilihan umum cepat pada 8 Februari serta berjanji menangguhkan pajak penjualan untuk makanan.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Naik Lagi ke Rp2.705.000 per Gram

Langkah ini memicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang ke rekor tertinggi.

Sementara pasar saham Amerika Serikat tutup karena hari libur, bursa Eropa anjlok semalam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa hingga AS diizinkan membeli Greenland.

Baca Juga:
Bakrie & Brothers (BNBR) Siap Gelar RUPSLB Akhir Februari 2026, Minta Restu Rights Issue

“Kenaikan suku bunga kemungkinan besar menjadi beban bagi pasar saham,” ujar analis strategi saham Nomura Securities, Maki Sawada.

Ia menambahkan, “Ancaman tarif Trump menekan saham-saham Eropa, dan tampaknya tren ini merembet ke pasar saham Jepang.”

Nomura menilai pasar saham Jepang berpotensi menguat jika Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi meraih mayoritas besar di majelis rendah, melemah jika kehilangan kekuasaan, dan bergerak mendatar jika hanya mempertahankan mayoritas tipis, kata Sawada.

Shanghai Composite juga tergerus 0,31 persen, Hang Seng Hong Kong minus 0,21 persen. Sementara, ASX 200 Australia berkurang 0,28 persen.

Berbeda, di Korea Selatan, indeks acuan KOSPI menguat 0,10 persen, melanjutkan reli pencatatan rekor, sedangkan STI Singapura naik tipis 0,02 persen.

Tekanan eksternal meningkat setelah ancaman tarif baru dari AS terhadap Eropa kembali memicu ketidakpastian perdagangan.

Pada saat yang sama, lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor panjang memperketat kondisi keuangan regional, sehingga membebani selera risiko di pasar saham Asia. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkes Berencana Beri Fasilitas Rumah hingga Kendaraan untuk Dokter di Daerah Tertinggal
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Kinerja Keuangan 2025 Solid, Realisasi Pendapatan Kota Semarang Tembus 92,22%
• 38 menit lalukumparan.com
thumb
Abdul Rahman Farisi Sebut Data LHP BPK Terkait Menteri Bahlil Tidak Utuh
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Merinding Baca Kisah di Buku Aurelie Moeremans, Tamara Tyasmara Singgung Bahaya Grooming
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Mentan Amran Kembali Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal di Tanjung Balai Karimun
• 21 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.