JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berencana memberikan fasilitas rumah hingga kendaraan untuk dokter yang bekerja di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.
Rencana ini disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
"Kita kembalikan seperti zamannya dulu. Di mana dokter itu dikasih rumah, dikasih mobil, dan dikasih tunjangan khusus agar mereka bertugas ke sana tuh senang, ya. Kalau enggak, masalah distribusi ini enggak akan pernah kita beresin," kata Budi, Senin.
Namun, ia akan lebih dulu meminta restu Presiden Prabowo Subianto. Ia berencana membujuk Prabowo untuk menyetujui anggaran fasilitas dan tunjangan khusus ini.
Baca juga: Menkes Minta Tambahan Anggaran Rehabilitasi Pascabencana Rp 529 M untuk Bangun Rumah Nakes
"Nanti tugas saya sama, sama Dokter Benny (Wakil Menteri Kesehatan) lah, meyakinkan Bapak Presiden untuk memberikan anggaran cukup. Dan ini kan langsung ditransfer ke yang bersangkutan. Jadi harusnya enggak ada masalah dari sisi apa, audit trail dari uangnya," jelas Budi.
Di sisi lain, pihaknya bakal memberikan tunjangan senilai Rp 30 juta per bulan untuk 1.500 dokter spesialis di daerah tertinggal.
Berbeda dengan program sebelumnya, rencana ini sudah disetujui oleh Presiden Prabowo.
"Kita sudah berhasil mendapatkan persetujuan Bapak Presiden memberikan tunjangan khusus kepada dokter, 1.500-an ya dokter spesialis di daerah tertinggal. Besarnya Rp 30 juta per bulan," bebernya.
Budi mengungkapkan, tunjangan ini diberikan menyusul banyaknya masalah anggaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Budi menyebut, gaji maupun anggaran lainnya untuk dokter spesialis kerap dipotong jika pemerintah daerah (Pemda) menurunkan alokasi APBD untuk RSUD.
Baca juga: Menkes Ungkap Hanya 70 Persen Dokter Gigi di Indonesia yang Praktik
Menurutnya, hal ini pula yang menjadi salah satu penyebab banyak dokter spesialis yang akhirnya pindah ke kota-kota besar dan bekerja di rumah sakit lain.
"Akhirnya dia pindah juga ke kota besar, kan. Nah sekarang kita ganjal (melalui tunjangan ini). Ini langsung transfer ke rekening. Nah, mungkin nanti ini kita rencananya kalau bisa kita perluas," jelas dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang