BPS Soroti Harga Daging Ayam hingga Minyakita Potensi Picu Inflasi saat Ramadhan

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan tekanan inflasi berpotensi meningkat menjelang Ramadan, seiring pola historis yang menunjukkan kecenderungan kenaikan harga pada awal bulan puasa, terutama dari kelompok pangan.

 Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan catatan lima tahun terakhir menunjukkan bahwa awal Ramadan hampir selalu diikuti inflasi yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut umumnya dipicu lonjakan harga komoditas pangan strategis.

 “Secara historis, kita bisa lihat bahwa awal Ramadan itu selalu terjadi inflasi. Tingkat inflasinya lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” ujar Pudji dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (19/1).

 Dalam lima tahun terakhir, inflasi pada awal Ramadan tercatat berfluktuasi. Pada April 2021, inflasi mencapai 0,13 persen, lalu melonjak menjadi 0,95 persen pada April 2022. Selanjutnya, saat Ramadan dimulai pada 23 Maret 2023, inflasi tercatat sebesar 0,18 persen, sementara pada Maret 2024 inflasi mencapai 0,52 persen.

 BPS juga mencatat Ramadan 2025 sebagai periode dengan tekanan inflasi tertinggi dalam lima tahun terakhir. Saat itu, awal puasa jatuh pada 1 Maret 2025, sehingga tekanan inflasi terkonsentrasi dalam satu bulan penuh.

 “Ramadan 2025, inflasi Maret cukup tinggi yaitu 1,65 persen. Karena Ramadan dimulai sejak awal bulan, yaitu 1 Maret 2025. Ini merupakan inflasi tertinggi selama lima tahun terakhir Ramadan,” kata Pudji.

 Sementara itu, untuk Ramadan 2026, awal puasa diperkirakan jatuh pada pertengahan bulan. Mengacu pada pola sebelumnya, inflasi diperkirakan mulai muncul pada awal Ramadan, namun puncaknya berpotensi bergeser ke bulan berikutnya.

 “Ramadan 2026 dimulai pertengahan bulan. Kalau historis, seperti 2023 yang dimulai 23 Maret, terlihat inflasi sudah terjadi di bulan tersebut, tetapi puncaknya justru di bulan berikutnya,” jelas Pudji.

 Ia menambahkan, perbedaan waktu dimulainya Ramadan setiap tahun sangat memengaruhi pola inflasi. Jika Ramadan dimulai sejak awal bulan, tekanan inflasi cenderung terkonsentrasi dalam satu bulan. Sebaliknya, jika dimulai di pertengahan atau menjelang akhir bulan, inflasi biasanya terbagi ke dua bulan.

 “Kalau dimulai sejak awal bulan, inflasinya akan mengumpul dalam satu bulan penuh. Sementara kalau mulai pertengahan atau menjelang akhir bulan, inflasinya terbagi di beberapa bulan,” ujarnya.

 Meski demikian, BPS mencatat pola yang relatif konsisten hampir setiap tahun, yakni inflasi kerap muncul pada momen awal Ramadan dan levelnya lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

 Dari sisi komoditas, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat selalu mengalami inflasi pada bulan yang bertepatan dengan awal Ramadan. Pada 2025, inflasi kelompok ini mencapai 1,24 persen.

Komoditas Penyumbang Inflasi

 Adapun komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi pada awal Ramadan antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, beras, minyak goreng, serta cabai rawit. BPS menilai komoditas-komoditas tersebut perlu diantisipasi lebih dini untuk menjaga stabilitas harga menjelang puasa.

 Di sisi lain, sejumlah komoditas juga tercatat dapat memberikan andil deflasi pada awal Ramadan, seperti cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan tomat, tergantung pada kondisi pasokan dan distribusi.

 Tekanan harga pangan sendiri telah terlihat menjelang akhir 2025. BPS mencatat harga cabai rawit dan minyak goreng merek Minyakita masih menunjukkan tren kenaikan pada pekan ketiga Desember 2025.

 Secara nasional, harga rata-rata cabai rawit pada pekan ketiga Desember tercatat sebesar Rp66.841 per kilogram, atau naik 52,86 persen dibandingkan November 2025 dan telah berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Sementara itu, Minyakita secara agregat masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di sebagian besar wilayah Indonesia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wujud Kepedulian Sosial, KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp778 Juta Sepanjang 2025
• 29 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Tanggul Sungai Citarum Muara Gembong Bekasi Jebol, Rumah Warga Terendam Banjir
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Cicipi Es Kacang Hijau Legendaris Sejak 1992, Kuliner Ikonik di Kabupaten Kediri | KOMPAS SIANG
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Juda Agung Mundur dari Deputi Gubernur, BI Usulkan Nama Pengganti ke Presiden
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Boy Band Highlight Suka Makan Nasi Padang, Rendangnya Enak
• 20 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.