Tanggul penahan aliran Sungai Citarum di Kampung Bendungan, RT 03/05, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, jebol. Akibatnya permukiman warga terendam.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (19/1) sekitar pukul 23.50 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.
“Tanahnya memang masih gembur karena hujan berhari-hari. Kena rembesan sedikit saja langsung terkikis sampai akhirnya jebol,” ujar Satibi (45), warga setempat, saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (20/1).
Letak tanggul yang berbatasan langsung dengan jalan raya mempercepat aliran air masuk ke kampung. Dalam waktu singkat, ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar satu hingga satu setengah meter.
Banjir tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak satu rumah yang berada tepat di bibir sungai. Penghuni rumah tersebut berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa.
Pantauan di lapangan menunjukkan material tanggul berupa tanah dan bebatuan tak sanggup menahan derasnya arus air kiriman dari hulu.
Luapan Sungai Citarum merendam ribuan rumah warga di sekitar bantaran sungai, memaksa sebagian warga mengungsi secara mandiri ke lokasi yang lebih tinggi.
Ketua RT setempat, Minin, mengatakan kekhawatiran warga masih tinggi karena kondisi tanggul belum diperbaiki secara permanen. “Warga memilih mengungsi sementara karena takut air naik lagi. Hujan masih sering turun, sementara tanggul masih rawan,” ujarnya, Selasa (20/1).
Di tengah keterbatasan, warga bersama aparat setempat melakukan penanganan darurat. Karung berisi tanah dan pasir, bambu, serta alat seadanya digunakan untuk membendung aliran air agar tidak semakin meluas. Upaya itu dilakukan secara gotong royong, meski disadari hanya bersifat sementara.
Hingga kini, warga Muara Gembong berharap adanya penanganan cepat dan serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Perbaikan tanggul secara menyeluruh dinilai mendesak, mengingat ribuan jiwa yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Citarum terus berada dalam ancaman banjir susulan, terutama jika cuaca ekstrem masih berlanjut.





