Jakarta, tvOnenews.com - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, dianggap sebagai orang suci setelah berhasil menyelamatkan Cremonese. Mereka bermain imbang tanpa gol kontra Hellas Verona.
I Grigiorossi gagal mengakhiri rangkaian hasil minor tanpa kemenangannya pada saat menjamu Gialloblu pada Selasa (20/1/2026) dini hari tadi WIB. Mereka kesulitan meski tampil di kandang, Stadio Giovanni Zini.
Tim asuhan Davide Nicola kini berada dalam rangkaian tujuh laga beruntun tanpa kemenangan. Mereka tertahan di urutan ke-12 klasemen sementara kasta tertinggi Liga Italia, Serie A.
Meski tampil di kandang sendiri, Cremonese justru lebih sering digempur. Hellas Verona melakukan 11 kali percobaan menembak.
Sebanyak empat di antaranya mengarah ke gawang, dan Audero berhasil menghentikan semuanya. Dia menjadi sosok terpenting di skuad Cremonese dalam laga ini, dengan tim mengalami kesulitan untuk membobol gawang Verona.
Cremonese hanya mampu melancarkan tujuh kali tembakan dan hanya satu di antaranya yang mengarah ke gawang. Para striker, termasuk Jamie Vardy, tetap tidak mampu menemukan jalan untuk mencetak gol.
Kegemilangan Audero di bawah mistar pun mendapatkan sanjungan dari media Italia. Menurut Cremona Sera, sang kiper Timnas Indonesia adalah seorang Santo, alias orang suci dalam agama Katolik, dengan menyebutnya sebagai Sant’Audero.
“Cremonese-Verona 0-0: melawan pertahanan terburuk di liga, tim Cremonese kesulitan mendapatkan kesempatan ofensif apa pun. Dan mereka harus berterima kasih kepada Sant’Audero. Vazquez tak mendapat menit bermain,” tulis Cremona Sera seusai laga.
- Instagram @emil_audero
Media Italia itu menyoroti kesulitan Cremonese untuk menciptakan peluang hingga hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Audero, di sisi lain, membuat mereka terhindar dari kekalahan.
“Melawan pertahanan terburuk di liga, Cremonese hanya memiliki satu peluang mencetak gol dan sekali lagi harus bergantung kepada ‘Sant’Audero’ untuk terhindar dari kekalahan menyakitkan,” sambungnya.
“Jika Hellas Verona tidak meninggalkan [stadion] Zini dengan raihan poin penuh, maka itu karena sang penjaga gawang Cremonese, benteng yang tak tertembus di malam yang tanpa ide menyerang,” tambah Cremona Sera.




