FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan sekertaris BUMN, Said Didu memberikan sorotan tajam ke mantan Presiden Joko Widodo.
Said Didu menyebut ada pengaruh besar kepemimpinan di masa Presiden Jokowi ke ekonomi Indonesia khusus dalam dua periode masa jabatannya.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Said Didu memberikan sorotan tajam ini.
Ia menyebut Jokowi adalah sosok penting yang menyerahkan ekonomi Indonesia ke Oligarki.
Tujuan penyerahan ekonomi Indonesia ini menurutnya dengan maksud untuk membangun dinasti kekuasaannya.
“Jokowi telah menyerahkan ekonomi ke Oligarki demi bangun dinasti kekuasaan,” tulisnya dikutip Selasa (20/1/2026.
Lebih jauh, Said Didu menyebut Jokowi sudah menyerahkan ekonomi Indonesia ke 40 orang terkaya di tanah air.
Hal ini terlihat dalam peningkatan kekayaan oligarki itu dalam 10 tahun masa jabatan Presiden ketujuh Indonesia itu.
“Fakta Rezim Jokowi telah menyerahkan ekonomi Indonesia kepada Oligarki (40 orang terkaya di Indonesia),” sebutnya.
“Selama 10 tahun berkuasa, rezim Jokowi telah ‘menyerahkan’ penguasaan ekonomi dari rakyat/Negara ke Oligarki dengan kenaikan kekayaan Oligari sebesar 163 %,” sambugnya.
Said Didu bahkan memaparkan data-data yang menurut jadi bukti pernyataannya itu.
Ada sampai lima poin penting yang jadi data penunjang dan bukti soal peningkatan kekayaan Oligarki di masa Jokowi menjabat
Dengan data tersebut Said Didu membeberkan beberapa hal seperti:
1) Kenaikan kekayaan oligarki 2014-2024 sebesar 163%, dari $95,22 milyar menjadi $250,67 milyar.
2) Prosentase penguasaan ekonomi oleh Oligarki naik 67%, dari 10,7% menjadi 17,9% terhadap PDB.
3) Kenaikan PDB 57%, dari $890,9 milyar menjadi $1.402,8 milyar
4) Dengan kekayaan Oligarki yang makin melambung maka Oligarki bisa membeli kekuasaan dan itulah yang dilakukan oleh rezim Jokowi selama 10 tahun terakhir, termasuk membeli penegak hukum dan Parpol.
“Karena Oligarki mendapatkan karpet merah selama rezim Jokowi, maka geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok) berupaya terus ingin melanjutkan rezim Jokowi,” terangnya.
(Erfyansyah/fajar)





