Beredar Isu Pengendali SIDO Mau Divestasi Saham USD1 Miliar, Ini Kata Manajemen

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan media massa terkait isu rencana penjualan saham oleh pemegang saham pengendali.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Keluarga Hidayat yang menguasai sekitar 78% saham Sido Muncul melalui PT Hotel Candi Baru disebut membuka peluang menggandeng investor strategis demi membawa bisnis perusahaan ke level yang lebih tinggi. 

Bahkan, sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyatakan bahwa keluarga pengendali tengah berdiskusi dengan sejumlah bank, dengan potensi valuasi transaksi mencapai sekitar USD1 miliar. 

Namun, manajemen SIDO membantah kabar tersebut. Sekretaris Perusahaan SIDO, Budiyanto, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai fakta.

Baca Juga: Gembok Dibuka, Saham NSSS dan POLA Kembali Diperdagangkan

"Perseroan menegaskan bahwa informasi sebagaimana diberitakan dalam media massa berjudul Pemilik SIDO Pertimbangkan Divestasi Sebagian Saham tanggal 15 Januari 2026 mengenai rencana penjualan perseroan dengan nilai sekitar USD1 miliar tidak benar," kata Budiyanto, dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (20/1).

Ia juga memastikan bahwa perseroan tidak pernah memberikan komentar, konfirmasi, ataupun tanggapan apa pun terkait rumor tersebut.

"Hingga tanggal surat ini disampaikan, Perseroan tidak menerima informasi, pemberitahuan, maupun konfirmasi dari PT Hotel Candi Baru selaku pemegang saham pengendali terkait adanya rencana divestasi saham sebagaimana diberitakan," jelasnya.

Terkait latar belakang atau pertimbangan atas isu divestasi yang beredar, Budiyanto menyatakan bahwa tidak ada penjelasan yang bisa disampaikan perseroan karena memang tidak mengetahui adanya rencana tersebut. Saat ini, SIDO menegaskan fokus perusahaan tetap pada peningkatan kinerja operasional dan kinerja keuangan.

Baca Juga: ‎Lepas Saham dan Jabatan, Prilly Mundur dari Sinemaku Pictures

Lebih lanjut, manajemen juga memastikan tidak ada agenda aksi korporasi material dalam waktu dekat yang berkaitan dengan rumor tersebut.

"Hingga saat ini, tidak terdapat rencana aksi korporasi yang material dalam periode 12 dua belas bulan ke depan yang berkaitan dengan pemberitaan dimaksud. Apabila dikemudian hari terdapat informasi atau aksi korporasi, Perseroan akan menyampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tandas Budiyanto. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Satpol PP Surabaya Amankan Wanita Rentan Sosial Ekonomi di Area TPU Kembang Kuning
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Makin Mendekati Rp17.000, Nilai Tukar Rupiah Selasa Pagi Rp16.985 per Dolar AS
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tantangan Pembangunan Jembatan Teupin Reudeup Pascabencana
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harta Djaya Karya (MEJA) Matangkan Rencana Akuisisi
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Siaga, Wilayah Ini Terancam Hujan Ekstrem
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.