Eks Brimob Polda Aceh Jadi Tentara Bayaran di Rusia, Antara Risiko dan Tawaran Uang

kompas.id
10 jam lalu
Cover Berita

Dari biasanya berseragam harian warna cokelat atau pakaian dinas lapangan berwarna hitam, sebuah foto memperlihatkan Muhammad Rio tengah mengenakan seragam bercorak Edinaya maskirovochnaya Rascvetka (Единая маскировочная расцветка/EMR) atau Digital Flora. Digital Flora adalah corak pakaian yang biasa digunakan militer Rusia.

Selain seragam, Rio tampak menyandang senapan serbu keluarga AK. Hal itu tampak dari magasin melengkung khas kaliber 7,62x39, popor dan pegangan tangan kayu, tuas pengokang di sisi kanan, serta laras panjang dengan bidik depan khas keluarga AK.

"Alhamdulillah, akhirnya saya lulus menjadi tentara Russia karena sewaktu ujian interview saya bisa 2 bahasa, yaitu English dan Russian. Dan pangkat saya saat ini letda (letnan dua)," kata Rio dalam sebuah pesan whatsapp yang dikirimkan ke rekannya pada 7 Januari 2026 lalu.

Muhammad Rio adalah anggota Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Aceh. Adapun pesan Whatsapp tersebut dikirim Rio ke Ajun Inspektur Dua (Aipda) Bayu Aji yang adalah anggota Provos Satbrimob Polda Aceh dan Ajun Komisaris Ardiansyah.

Dalam pesan singkat tersebut, Rio menyertakan dokumentasi berupa foto dan video yang menunjukkan bahwa dia telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia. Tidak hanya itu, Rio juga menyebut bahwa dia menerima bonus awal sebesar 2 juta Rubel atau sekitar Rp 420 juta dan gaji per bulan sebesar 210.000 Rubel atau setara Rp 42 juta per bulan.

Di Polri, brigadir polisi dua atau bripda masuk dalam golongan bintara. Pangkat bripda setara dengan pangkat sersan dua di TNI. Sementara, pangkat letda termasuk golongan perwira pertama dalam sistem kepangkatan di TNI. Adapun gaji pokok seorang bripda menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Peraturan Gaji Anggota Polri, antara Rp 2.272.100–Rp 3.733.700.

Rio diduga bergabung ke militer Rusia melalui legiun tentara asing bernama Wagner Group. Wagner Group adalah sebuah organisasi paramiliter atau tentara bayaran dengan nama resmi private military company (PMC) Wagner atau Группа Вагнера yang dibentuk oleh Yevgeny Prighozin pada 1 Mei 2014. Prighozin terbunuh dalam sebuah kecelakaan pesawat karena granat yang meledak di dalam pesawat di sebelah utara Moskow.

Bermasalah

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Aceh Komisaris Besar (Kombes) Joko Krisdiyanto dalam keterangan pers, Sabtu (17/1/2026), mengatakan, Rio merupakan personel Satbrimob yang desersi dengan meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan. Terkait informasi mengenai dugaan bergabungnya Rio dengan Angkatan Bersenjata Rusia, kata Joko, yang bersangkutan tidak serta-merta meninggalkan tugas dan langsung pergi ke luar negeri untuk menjadi bagian dari militer Rusia. Rio disebut sudah ada masalah sebelumnya.

Joko menyampaikan, Rio pernah melanggar kode etik profesi Polri berupa menjalin hubungan perselingkuhan hingga menikah siri. Kasus tersebut telah diputus melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri pada 14 Mei 2025 dengan Nomor: PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP.

"Salah satu isi putusannya adalah sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun," terang Joko.

Rio diketahui tidak hadir dalam apel pagi dan tidak melaksanakan tugas dinas tanpa keterangan sejak 8 Desember 2025. Kemudian, anggota Provos Satbrimob Polda Aceh mendatangi yang bersangkutan pada 24 Desember 2025 dan hanya menjumpai istrinya.

Polda Aceh telah melayangkan surat panggilan dua kali, yakni Nomor: Spg/17/XII/HUK.12.10/2025/Provos tanggal 24 Desember 2025 dan Spg/1/I/HUK.12.10/2026/Provos tanggal 6 Januari 2026. Tidak hanya itu, Satbrimob Polda Aceh menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan Nomor: DPO/01/I/HUK.12.10/2026 tanggal 7 Januari 2026.

Pada 8 dan 9 Januari 2026, Polda Aceh menggelar sidang etik tanpa kehadiran Rio (in absentia). Dua sidang tersebut digelar terkait kasus disersi dan dugaan keterkaitan dengan tentara Rusia. Secara akumulatif, Rio telah menjalani satu kali disidang KKEP atas kasus perselingkuhan dan dua kali disidang KKEP atas kasus desersi dan bergabungnya yang bersangkutan ke militer Rusia.

"Artinya, yang bersangkutan telah tiga kali menjalani sidang, dengan putusan terakhir berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH)," kata Joko.

Baca JugaBripda Rio Desersi Jadi Tentara Rusia, Alarm Pembinaan Personel Polri

Tindakan yang dilakukan Rio baru-baru ini mengingatkan publik dengan peristiwa serupa yang dilakukan eks prajurit Korps Marinis TNI Angkatan Laut bernama Satria Arta Kumbara. Satria terakhir bertugas di Inspektorat Korps Marinir (Itkormar), Cilandak, Jakarta Selatan.

Satria diberhentikan dari Inspektorat Korps Marinir melalui putusan in absentia oleh Pengadilan Militer Jakarta II-08 pada 6 April 2023. Ia dinyatakan bersalah atas desersi atau meninggalkan tugas tanpa izin yang terjadi pada 13 Juni 2022 dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara. Putusan tersebut mengikat secara hukum pada 17 April 2023.

Di Korps Marinir, pangkat terakhir Satria adalah sersan dua (serda) sehingga termasuk dalam golongan bintara. Gaji pokok serda dalam Tabel Gaji TNI berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Peraturan Gaji Anggota TNI antara Rp 2.272.100–Rp 3.733.700. 

Dalam salah satu video yang diunggah di akun TikTok @zstorm689 dan dilihat kembali pada Senin (19/1/2026), Satria mengatakan bahwa ia bergabung ke militer Rusia karena motif ekonomi. "Saya niatkan datang ke sini hanya untuk mencari nafkah," ujarnya.

Dampak perang

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas berpandangan, fenomena bergabungnya warga suatu negara ke kelompok tentara bayaran dalam perang Rusia-Ukraina merupakan persoalan yang dihadapi banyak negara. Satu yang menjadi perhatian negara-negara tersebut adalah terkait perlakuan bagi para kombatan itu setelah kembali ke negara asalnya.

"Masalah yang muncul adalah gangguan psikologis yang dialami akibat perang. Kalau dia veteran dari tentara resmi suatu negara, ada organisasi veteran yang mengurus masalah itu dan negara bertanggung jawab untuk memulihkan psikologisnya. Lain halnya dengan mereka yang tentara bayaran. Siapa yang bertanggung jawab? Tidak ada," tutur Anton.

Ia mengamini undang-undang (UU) di Indonesia menyebutkan bahwa warga negara Indonesia yang menjadi tentara di negara asing, secara otomatis akan kehilangan kewarganegaraan. Undang-undang yang dimaksud adalah UU Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan RI, khususnya Pasal 23 huruf d dan e.

Namun, sambung Anton, tidak ada jaminan bahwa yang bersangkutan tidak bisa kembali masuk ke Indonesia karena pintu masuk ke Indonesia sangat banyak. Dengan asumsi itu, pemerintah Indonesia mau tidak mau harus menyiapkan respons kebijakan bagi kombatan semacam itu. Respons tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk penanganan jika mereka kembali, namun juga mencegah agar hal serupa tidak terjadi.

Anton mengambil contoh, Indonesia juga menghadapi persoalan terkait adanya WNI yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Meski motif WNI yang berangkat ke sana lebih terkait dengan ideologi, Indonesia pada akhirnya merespons kondisi tersebut. Salah satu yang dilakukan adalah menerapkan upaya pencegahan agar tidak semakin banyak WNI yang berangkat ke sana.

"Pemerintah patut untuk mengkaji bagaimana mengantisipasi fenomena seperti ini. Karena apa yang disampaikan Rio soal gaji besar itu bisa memberikan daya tarik tersendiri. Apalagi dia naik jadi perwira juga," kata Anton.

Di sisi lain, Anton juga mempertanyakan posisi Rio maupun Satrio saat ini. Sebab, informasi terkait keberadaan mereka sulit dikonfirmasi. Selama ini, publik hanya disuguhi foto dan narasi dari media sosial yang di zaman digital seperti saat ini sangat mudah untuk dimanipulasi.

Hal itu penting untuk dicermati mengingat dalam perang Ukraina-Rusia, kedua belah pihak juga melakukan perang informasi untuk memengaruhi publik di berbagai negara, termasuk membuat berbagai narasi untuk meraih dukungan.

Baca JugaNubanda Mardune hingga Bripda Rio, Sejarah Panjang Tentara Bayaran Dunia

Keberadaan Rio dan Satria

Menurut Joko, Polda Aceh telah mengantongi sejumlah bukti berupa foto, video, data paspor, serta data penumpang pesawat. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa Rio tercatat melakukan perjalanan dengan rute penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai (PVG) pada 18 Desember 2025.

"Kemudian (Rio) melanjutkan perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Haikou Meilan (HAK) pada 19 Desember 2025," ujarnya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri telah menghubungi Atase Kepolisian Rusia yang berada di Kedubes Rusia di Jakarta untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Saat ini, terdapat setidaknya 1,5 juta tentara Rusia dan sekitar 30.000 tentara asing yang terlibat aktif dalam perang Rusia-Ukraina. Kemungkinan besar Rio saat ini berada di Donbass yang merupakan garis depan pertempuran. Sebab, semua kelompok tentara asing memang ditugaskan di garis depan pertempuran.

Sementara itu, hingga saat ini keberadaan Satria tidak jelas. Ada rumor di media sosial yang menyebutkan bahwa dia sempat terluka dalam peperangan. Yang pasti, unggahan terakhir dalam akun TikTok @zstorm689 dilakukan pada Juli 2025 silam.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Sulsel
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Daftar Harga Tiket BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026
• 14 jam lalumerahputih.com
thumb
DPR Seleksi Tiga Calon Deputi Gubernur BI Pekan Ini, Termasuk Thomas Djiwandono
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polisi Pantau Data WNA di Bali lewat Aplikasi Cakrawasi, Antisipasi Turis Nakal
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Masters 2026: Menang Dramatis Lawan Wakil Malaysia, Sabar/Reza, Melaju ke 16 Besar
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.