- 1. Swiss
- 2. Kepulauan Cayman
- 3. Islandia
- 4. Bahama
- 5. Singapura
Tinggal di luar negeri memang sering terdengar menarik, apalagi kalau dibarengi dengan kualitas hidup yang tinggi dan fasilitas serba lengkap.
Tapi di balik itu, ada satu hal yang sering bikin kaget banyak orang, yakni biaya hidupnya. Di sejumlah negara, harga sewa tempat tinggal, makanan, transportasi, sampai kebutuhan sehari-hari bisa jauh lebih mahal dibanding yang dibayangkan. Bahkan, gaji besar pun kadang terasa cepat habis.
Berikut lima negara dengan biaya hidup paling mahal yang sering jadi perbincangan dan bikin banyak orang harus berpikir ulang sebelum pindah atau berlama-lama tinggal di sana.
1. SwissSwiss dikenal sebagai salah satu negara dengan kualitas hidup terbaik di dunia, tapi sebanding dengan itu, biaya hidupnya juga sangat tinggi. Negara ini mencatat skor biaya hidup 106,8 dan mendominasi peringkat kota termahal versi Cost of Living Index (Numbeo). Zurich menempati posisi pertama dunia, disusul Jenewa, Basel, Lausanne, dan Bern. Biaya sewa hunian, makanan, hingga transportasi di Swiss tergolong mahal, ditambah nilai tukar Franc Swiss yang kuat bahkan untuk standar Eropa.
Rata-rata sewa apartemen per bulan berkisar antara 2.000 hingga 3.000 Franc Swiss, tergantung lokasi dan ukuran properti. Harga kebutuhan pokok seperti susu, daging, dan sayuran juga cenderung tinggi karena regulasi ketat dan minimnya subsidi pemerintah. Tak hanya itu, Swiss menerapkan sistem asuransi kesehatan wajib berbasis swasta. Premi bulanan asuransi kesehatan itu bisa mencapai sekitar 400 Franc Swiss per orang, sehingga menjadikannya salah satu pengeluaran terbesar.
Meski mahal, Swiss tetap diminati karena keunggulan infrastrukturnya, tingkat keamanan yang tinggi, serta lingkungan yang bersih dan tertata. Negara ini sering menjadi pilihan ekspatriat berpenghasilan tinggi atau pensiunan dengan kondisi finansial mapan.
2. Kepulauan CaymanKepulauan Cayman mencatat skor biaya hidup 108,2 dan dikenal sebagai salah satu wilayah termahal di dunia. Wilayah Karibia ini tidak menerapkan pajak langsung dan menjadi pusat keuangan offshore, sehingga menarik banyak ekspatriat kaya. Dampaknya, harga perumahan, makanan, dan kebutuhan harian melonjak tajam.
Tingginya biaya hidup di Kepulauan Cayman dipengaruhi oleh bea impor yang besar, produksi lokal yang terbatas, serta standar hidup yang tinggi. Hampir seluruh kebutuhan pokok harus didatangkan dari luar negeri. Perkiraan biaya hidup di wilayah ini mencapai sekitar US$3.374 atau setara Rp40 hingga Rp50 jutaan per orang setiap bulan.
Meski mahal, Kepulauan Cayman tetap diminati karena stabilitas ekonomi, pantai eksotis, dan lingkungan hidup yang nyaman. Namun, bagi banyak orang, biaya hidup di sini hanya masuk akal jika dibarengi penghasilan tinggi.
3. IslandiaIslandia mencatat skor biaya hidup 94,5 dan dikenal sebagai salah satu negara paling aman serta paling bahagia di dunia. Namun, negara ini juga termasuk salah satu tempat tinggal termahal. Letaknya yang terpencil membuat Islandia sangat bergantung pada impor, sehingga harga kebutuhan sehari-hari tergolong tinggi, mulai dari bahan bakar hingga makanan.
Mengutip The Economic Times, biaya bahan bakar dan pangan di Islandia termasuk yang tertinggi di Eropa. Bahkan, harga makanan di Reykjavik kerap lebih mahal dibanding New York. Biaya hidup bulanan untuk satu orang diperkirakan mencapai 172.000 Krona Islandia, sementara untuk keluarga kecil bisa menembus 635.000 Krona Islandia.
Harga sewa hunian di Reykjavik juga relatif tinggi, berkisar antara 180.000 hingga 250.000 Krona Islandia per bulan. Meski sistem kesehatan publik tergolong terjangkau bagi penduduk lokal, turis dan ekspatriat tetap perlu asuransi tambahan. Keindahan alam seperti geyser, gunung es, dan air terjun memang menjadi daya tarik utama negara ini, tetapi menikmati hidup di Islandia jelas membutuhkan biaya besar.
4. BahamaSelanjutnya ada Bahama yang memiliki skor biaya hidup 85,4, dan dikenal sebagai negara kepulauan dengan pantai eksotis dan gaya hidup masyarakatnya yang premium. Biaya hidup di negara ini tergolong tinggi, terutama di wilayah seperti Nassau yang dipenuhi area resor dan destinasi wisata. Arus wisatawan yang stabil turut mendorong kenaikan harga sewa dan kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, Bahama tetap menarik karena sektor pariwisatanya yang kuat dan keindahan alam yang menjadi daya tarik dunia. Negara ini kerap dipilih mereka yang mencari gaya hidup santai dengan sentuhan kemewahan.
5. SingapuraSingapura menutup daftar ini dengan skor biaya hidup 85,3. Negara kecil di Asia Tenggara ini dikenal sebagai pusat keuangan Asia dengan harga properti yang sangat tinggi. Meski wilayahnya tidak luas, Singapura termasuk salah satu negara maju dengan biaya hidup tertinggi di dunia.
Melansir CNA, biaya perumahan di Singapura menempati posisi keenam termahal bagi ekspatriat di antara 45 kota global. Biaya transportasi dan pendidikannya juga tergolong tinggi, terutama bagi warga asing. Sewa apartemen di kawasan pusat kota bisa mencapai 4.000 dolar Singapura per bulan, sementara di pinggiran kota tetap berada di atas 2.000 dolar Singapura.
Transportasi publik Singapura juga tidak sepenuhnya murah meski efisien. Biaya transportasi bulanan bisa mencapai sekitar 120 dolar Singapura, tergantung jarak dan frekuensi perjalanan. Sementara itu, biaya makan dan kebutuhan pokok berkisar antara 500-800 dolar Singapura per bulan. Meski begitu, kualitas hidup dan peluang karier yang ditawarkan membuat Singapura tetap diminati profesional dari berbagai negara.




