Jakarta: Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam menilai banjir yang kembali melanda Kabupaten Pati, Kudus, dan Jepara, Jawa Tengah, memberikan pukulan serius bagi dunia usaha. Menurut dia, bencana alam maupun gangguan keamanan hampir selalu berdampak pada melonjaknya ongkos logistik.
Bob menjelaskan, kawasan Pantai Utara Jawa selama ini kerap menghadapi kendala distribusi, mulai dari banjir rob hingga gangguan infrastruktur. Kondisi tersebut semakin memperberat biaya pengangkutan bahan baku maupun pengiriman barang jadi.
"Sudah barang tentu bencana alam dan gangguan keamanan membuat ongkos logistik meningkat sekitar 10 persen hingga 26 persen," jelas Bob kepada Media Indonesia, dikutip Selasa, 20 Januari 2026.
Baca juga: Jakarta Masih Banjir Meski Cuaca Dimodifikasi? Ini Jawaban Pramono
(Kendaraan niaga melintasi banjir. Foto: Metrotvnews.com/Yurike)
Kenaikan ongkos logistik bisa kerek harga jual
Terkait potensi dampaknya terhadap harga jual dan inflasi daerah, Bob mengatakan kenaikan ongkos logistik tidak selalu langsung dibebankan ke konsumen.
Jika kondisi permintaan (demand) masih lemah, perusahaan cenderung menyerap kenaikan biaya tersebut, baik sebagian maupun seluruhnya, yang berujung pada penurunan margin keuntungan.
Namun, situasinya berbeda bagi pelaku usaha kecil. Dengan margin yang sudah tipis, kenaikan biaya logistik berpotensi memaksa mereka menaikkan harga jual agar tetap bertahan. "Intinya, kondisi seperti ini tetap merugikan pengusaha," jelas Bob.
Ia menegaskan banjir dan gangguan distribusi juga tidak hanya menekan arus kas perusahaan, tetapi juga menghambat pemulihan aktivitas ekonomi di daerah terdampak.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429806/original/077058700_1764645011-000_32RQ8CG.jpg)
