EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 17 Januari mengumumkan bahwa terkait isu Pulau Greenland, Amerika Serikat akan mengenakan tarif impor terhadap delapan negara, termasuk Denmark, Finlandia, dan Prancis. Menanggapi langkah tersebut, delapan negara NATO pada 18 Januari mengeluarkan pernyataan bersama.
Para analis menilai, krisis Greenland kini berpotensi berkembang menjadi pertarungan politik tingkat tinggi yang melibatkan NATO dan Uni Eropa.
Ketua DPR AS: Tidak Akan Ada Intervensi Militer di GreenlandKetua DPR Amerika Serikat Mike Johnson mengatakan: “Saya tidak percaya (Amerika Serikat) akan melakukan intervensi militer di Greenland.”
Dalam wawancara dengan BBC yang ditayangkan pada 18 Januari, Johnson menegaskan bahwa AS tidak akan melakukan intervensi militer di Greenland. Ia menilai bahwa diplomasi adalah jalan keluar, seraya menekankan arti strategis Greenland.
Johnson mengatakan: “Karena letak geografisnya, Greenland bukan hanya penting bagi Amerika Serikat, tetapi juga bagi semua orang yang mencintai kebebasan. Kita hidup di masa dan dunia yang berbahaya. Presiden Trump menyadari hal ini, dan itu bukan sesuatu yang baru.”
Trump: Hanya AS yang Bisa Melindungi Kawasan ArktikPada 17 Januari, Presiden Trump menulis bahwa Partai Komunis Tiongkok dan Rusia menginginkan Greenland, sementara Denmark dinilai tidak mampu melindunginya. Menurut Trump, hanya Amerika Serikat yang mampu menjamin keamanan kawasan Arktik.
Ia menekankan bahwa dengan adanya proyek pertahanan “Golden Dome” milik AS serta kebutuhan akan sistem persenjataan modern, kepemilikan Greenland menjadi sangat penting.
Sementara itu, pengiriman pasukan oleh delapan negara Eropa ke Greenland untuk ikut dalam manuver geopolitik telah meningkatkan risiko keamanan geopolitik.
Trump memutuskan bahwa mulai 1 Februari tahun ini, AS akan mengenakan tarif 10% terhadap delapan negara NATO tersebut. Mulai 1 Juni, tarif akan dinaikkan menjadi 25%, hingga tercapai kesepakatan pembelian Greenland.
PM Italia: Sanksi Baru Adalah Kesalahan, Perlu DialogPerdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan: “NATO sudah mulai menangani isu ini, dan itu merupakan awal yang baik. Saya rasa penerapan sanksi baru hari ini adalah sebuah kesalahan. Dialog perlu dipulihkan untuk mencegah eskalasi.”
Meloni menilai bahwa kekhawatiran Amerika Serikat terhadap keamanan kawasan Arktik adalah masuk akal dan serius, dan bahwa penguatan keamanan Greenland seharusnya dibahas dalam kerangka NATO.
Delapan Negara NATO Keluarkan Pernyataan BersamaPada 18 Januari, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka menegaskan bahwa sebagai anggota NATO, negara-negara tersebut akan bersama-sama memperkuat keamanan Arktik, yang merupakan kepentingan bersama lintas Atlantik.
Pernyataan itu juga menegaskan solidaritas dengan Kerajaan Denmark dan rakyat Greenland, serta memperingatkan bahwa ancaman tarif dapat merusak hubungan transatlantik dan memicu lingkaran eskalasi yang berbahaya.
Analis: Ini Sudah Menjadi Pertarungan Politik Tingkat TinggiAnalis dan komentator politik Noah Reddington mengatakan: “Ini benar-benar telah berkembang menjadi pertarungan politik tingkat tinggi. Ini bukan lagi sekadar persoalan antara Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat, melainkan antara Eropa dan Amerika. Ini bukan hanya menyangkut masa depan NATO, tetapi juga persatuan internal Uni Eropa.”
Denmark: Terus Lakukan Kontak Diplomatik dengan ASMenteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen pada 18 Januari, setelah bertemu Menteri Luar Negeri Norwegia di Oslo, menyatakan bahwa Denmark akan terus melakukan kontak diplomatik dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan krisis Greenland.
Rasmussen mengatakan: “Kami telah memutuskan untuk terus berupaya mencari solusi yang dapat mendorong Presiden Trump meninggalkan gagasan untuk menguasai Greenland, menjamin kedaulatan Greenland serta keutuhan wilayah Kerajaan Denmark, sekaligus memenuhi harapan dan tuntutan Amerika Serikat yang masuk akal.”
Sekjen NATO: Sudah Berkomunikasi dengan TrumpPada hari yang sama, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memposting bahwa ia telah berkomunikasi dengan Presiden Trump mengenai situasi keamanan Greenland dan kawasan Arktik.
Ia menyatakan bahwa kedua pihak akan melanjutkan pembahasan, dan berharap dapat bertemu langsung di Davos pada akhir pekan ini.
Laporan gabungan oleh reporter NTD Television, Yi Jing
+



