Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengatakan bantuan didistribusikan melalui gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum.
"Kemensos memastikan bantuan tersalurkan kepada korban banjir di Karawang. Kami juga terus memantau perkembangan di lapangan agar penanganan berjalan efektif, cepat, dan tepat sasaran," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1/2026).
Adapun logistik yang disalurkan Kemensos meliputi 500 paket makanan siap saji, 100 paket makanan anak, dan 200 paket lauk pauk siap saji. Selain itu, disalurkan juga satu unit tenda serbaguna, lima unit tenda keluarga, 50 lembar tenda gulung, 75 lembar kasur, dan 100 lembar selimut. Ada pula 100 paket family kit, 100 paket kid ware, serta 100 paket sandang anak.
Selain bantuan logistik, asesmen dan kaji cepat dilakukan di lokasi terdampak untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Guna pemenuhan kebutuhan pangan, Dinas Sosial Kabupaten Karawang mendirikan dapur umum lapangan sejak Senin (19/1) di Markas Komando Taruna Siaga Bencana (Tagana) Karawang. Dapur umum tersebut memproduksi sekitar 1.100 porsi untuk setiap kali makan.
Data sementara mencatat sebanyak 854 kepala keluarga (KK) atau 2.562 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 160 KK atau 470 jiwa mengungsi di Desa Karangligar, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat.
Banjir mengakibatkan satu korban meninggal dunia atas nama Adi Suwardi (28), warga Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Korban merupakan penyandang disabilitas mental. Santunan duka kepada ahli waris saat ini sedang dalam proses asesmen oleh petugas.
Banjir mulai melanda pada Minggu (18/1) sekitar pukul 07.00 WIB akibat curah hujan tinggi dan pendangkalan sungai karena sedimentasi. Luapan air merendam pemukiman warga di Kecamatan Telukjambe Barat dengan ketinggian sekitar 20 - 150 cm.
Hingga pagi hari ini, sebagian wilayah dilaporkan mengalami penurunan ketinggian air. Namun, Desa Karangligar masih tergenang hingga 150 cm. Intensitas hujan sedang hingga tinggi masih terjadi di Kabupaten Karawang.
(prf/ega)




