Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memproyeksikan Stasiun Harmoni akan bertransformasi menjadi pusat Transit Oriented Development (TOD) paling strategis dan tersibuk di Jakarta pada tahun 2029 mendatang.
“Kalau di tahun 2029 TOD Harmoni ini sudah jadi, saya meyakini ini akan menjadi TOD yang sangat strategis dan ramai. Pasti mereka (pegawai pemerintahan) akan menggunakan stasiun ini,” ujar Pramono.
Hal ini disampaikan Pramono saat meresmikan groundbreaking pembangunan akses masuk (entrance) Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A di Petojo Utara, Selasa (20/1).
Baca juga:
MRT Jakarta Bakal Tambah Jadwal dan Layanan Demi Kejar 50 Juta Penumpang Tahun Ini
Pramono menegaskan bahwa letak geografis Harmoni yang dikepung oleh kantor pemerintahan utama menjadikannya titik krusial bagi mobilitas ibu kota.
Mulai dari Kementerian Sekretariat Negara hingga Kantor Staf Presiden, semuanya berada dalam jangkauan stasiun ini.
Magnet Baru Pekerja Kantoran dan Wisata SejarahTidak hanya mengandalkan sektor pemerintahan, Pramono juga menyoroti nilai historis kawasan Harmoni hingga Gajah Mada yang sejak dulu dikenal sebagai urat nadi perdagangan Jakarta.
Kehadiran MRT Jakarta Fase 2A ini diharapkan mampu membangkitkan kembali kejayaan bisnis di wilayah tersebut dengan wajah yang lebih modern.
Selain keunggulan lokasi, Stasiun Harmoni akan menjadi titik temu yang sangat efisien antara MRT Jakarta dan layanan Transjakarta.
Baca juga:
Simak Nih! Ini Rekayasa Lalu Lintas Fase 2A MRT Jakarta Segmen Glodok-Kota, Dimulai Besok
Sinergi ini diyakini bakal mendongkrak jumlah penumpang secara signifikan karena kemudahan akses pindah moda transportasi.
Meskipun memiliki karakter yang berbeda dengan kawasan Blok M, Pramono melihat Harmoni punya keunikan tersendiri.
“Kalau Blok M itu makanan dan hiburan, di sini tentu berbeda, tapi potensinya luar biasa. Saya yakin Harmoni akan menjadi stasiun yang sangat ramai karena menjadi pusat bisnis dan mobilisasi pegawai pemerintahan,” tambahnya.





