BEKASI, DISWAY.ID-- Selama kurang lebih satu minggu hujan terus mengguyur kawasan Jabodetabek hingga membuat tingginya debit permukaan air sampai jebolnya tanggul.
Hal tersebut dirasakan oleh warga kampung bendungan desa pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Satibi tepat di sekitar rumahnya mengalami banjir akibat tanggul yang jebol.
BACA JUGA:23 Kode Redeem Hari Ini 20 Januari 2026, Kesempatan Dapat Diamond hingga Bundle Gratis!
BACA JUGA:3 Link Live Streaming Gratis Indonesia Masters 2026 Lengkap Cara Nonton
Tanggul itu sendiri belum dilakukan penguatan, hanya berupa tanah gembur sampai akhirnya terkikis oleh derasnya air hujan.
"Kebetulan tanggulnya masih tanah gembur. Sehingga dia terkikis oleh bocoran-bocoran mati kecil," kata Satibi di Bekasi pada Selasa, 20 Januari 2026.
Akibat dari jebolnya tanggul itu membuat volume sungai meluap ke jalan hingga masuk ke perkampungan Muara Gembong. Sebab, posisi tanggul berbatasan langsung dengan jalan dan kampung.
"Sekitar hampir 1 meter. Warga pun berupaya penyelamatan barang barang mereka yang terendam," ucap dia.
BACA JUGA:Update Ranking FIFA: Timnas Indonesia Disalip Malaysia, Thailand Superior di Kawasan ASEAN
BACA JUGA:Ihsanul Fahmi Batal Hadir di Polda Metro Jaya Hari Ini, Polisi: Besok Hadir
Ia mengungkapkan, jika kondisi ini tidak segera ditangani, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat Muara Gembong. Ribuan hektare tambak dan sawah terancam gagal panen akibat banjir.
"Tambak warga banyak yang ikannya hanyut, udangnya entah ke mana. Sawah juga, padinya sudah mulai kuning tapi habis tersapu air," ungkap Satibi.
Selain itu, dampak yang sangat dirasakan oleh warga setempat karena banjir ini membuat aktivitas lumpuh total serta banyak titik rawan tanggul yang berpotensi jebol jika hujan deras terus berlanjut.
Jalurnya terputus, warga lumpuh total. Di Pantai Bakti ini banyak titik rawan yang sewaktu-waktu bisa jebol juga," pungkasnya.



