Menurut Doktif, gaya hidup pamer sering kali menjadi awal dari masalah. Ia menilai flexing justru mengundang sorotan dan kehancuran.
“Flexing itu cuma nunggu kehancuran datang,” ujar Doktif saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (19/01/2026).
Doktif membandingkan dengan pengusaha besar yang benar-benar mapan. Ia menyebut orang kaya sejati justru hidup sederhana.
Ia mencontohkan pemilik perusahaan besar yang jarang menampilkan kemewahan. Menurutnya, kekayaan tidak perlu diumbar ke publik.
“Orang kaya asli itu biasa-biasa saja,” katanya.
Doktif menilai flexing kerap digunakan untuk membangun citra. Namun di balik itu, sering kali ada hal yang disembunyikan.
Ia mengingatkan agar publik tidak mudah terpengaruh. Doktif menilai masyarakat perlu lebih kritis melihat gaya hidup selebritas.
“Jangan tertipu tampilan,” ucap Doktif.
Menurutnya, tahun-tahun ke depan akan menjadi masa pembuktian. Ia menyebut banyak figur publik akan diuji oleh perbuatannya sendiri.
Doktif berharap fenomena flexing bisa berkurang. Ia ingin masyarakat lebih menghargai prestasi dibanding kemewahan.
Sindiran tersebut langsung menuai perhatian. Banyak warganet mengaitkannya dengan kasus-kasus yang sedang ramai.
Doktif menegaskan ucapannya bukan ditujukan pada satu orang. Ia menyebut ini sebagai peringatan umum.
“Ini pengingat buat semua,” tuturnya.
Fenomena flexing kini menjadi sorotan serius. Publik pun semakin kritis menilai figur publik yang gemar pamer kekayaan.(*)
Artikel Asli
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478672/original/028847500_1768910362-Bailey.jpeg)



