Teman Seangkatan di UGM Ungkap Fakta Ijazah dan Proses Pembuatan Skripsi Jokowi

fajar.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Frono Jiwo, salah satu teman seangkatan Joko Widodo saat kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengaku tampilan ijazahnya sama dengan Joko Widodo.

Menggunakan font yang sama, ditandatangani oleh Rektor Prof. T Jacob dan Dekan Prof Soenardi Prawirohatmodjo. Hanya saja yang berbeda dari nomor kelulusan.

“Ijazah saya bisa dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi. Semua sama kecuali nomor kelulusan ijazah dari Universitas dan Fakultas,” ungkapnya dikutip dari situs resmi UGM, Selasa (20/1/2026).

Sedangkan menyangkut soal skripsi, Frono bercerita seluruh mahasiswa satu angkatannya menulis skripsi menggunakan mesin ketik. Sedangkan sampul, lembar pengesahan dan penjilidan hampir semuanya dilakukan di percetakan.

“Pembuatan skripsi semua pakai mesin ketik, walaupun sudah ada komputer tapi jarang sekali yang bisa. Kalau sampul, lembar pengesahan, penjilidan skripsi semua di percetakan,” katanya.

Berangkat dari fakta tersebut, keprihatinannya terhadap informasi yang beredar tentang ijazah dan skripsi Joko Widodo yang dianggap palsu tak bisa dibendung.

Frono kemudian bercerita dirinya merupakan teman satu angkatan dengan Joko Widodo. Keduanya sama-sama masuk kuliah tahun 1980 dan wisuda bareng di tahun 1985. “Kami seangkatan dengan Pak Jokowi, masuk tahun 1980,” katanya.

Selama kuliah, kata Frono, tipikal Joko Widodo termasuk orang yang pendiam. Namun saat kumpul dengan temannya, Joko Widodo memiliki selera humor yang tinggi karena sering melontarkan candaan yang mengundang tawa teman dekatnya.

“Pak Jokowi orangnya pendiam, tapi kalau ngobrol selalu kocak, apa yang jadi pembicaraan selalu mengundang tawa,” kenangnya.

Frono mengamini bahwa Joko Widodo ketika mahasiswa memiliki hobi naik Gunung. Bahkan beberapa gunung di Jawa dan Sumatera pernah ia daki. Hanya saja, Frono mengaku hanya sesekali saja naik gunung.

“Pak Jokowi sering naik gunung, tapi saya jarang dan seingat saya, saya tidak pernah bareng naik gunung sama Pak Jokowi,” paparnya.

Tidak hanya kuliah dan lulus bareng, Frono dan Joko Widodo juga melamar pekerjaan di perusahaan yang sama di Aceh, PT. Kertas Kraft Aceh (Persero). Namun menurut Frono, Joko Widodo hanya bekerja selama dua tahun saja karena sang istri, Iriana Jokowi, tidak betah tinggal di tengah area hutan pinus yang berada di wilayah sekitaran Aceh Tengah.

“Kami bertiga, Pak Jokowi, saya dan almarhum Hari Mulyono (adik ipar Jokowi) bareng-bareng masuk kerja. Setelah Pak Jokowi menikah, Ibu Iriana kayaknya tidak betah karena basecamp berada di tengah hutan pinus di Aceh Tengah, Pak Jokowi resign dulu, tinggal saya dan almarhum Hari Mulyono yang masih bertahan,” terang Frono. (Pram/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persib Bantah Datangkan Maarten Paes dan Joey Pelupessy, yang Mungkin Merapat Layvin Kurzawa?
• 1 jam lalubola.com
thumb
Transaksi Saham di Kalimantan Naik 48,55%, Investor Terus Bertambah
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Swasembada Bawang Putih Ditargetkan Tercapai pada 2029
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Puluhan Satwa Langka Diselamatkan dari Pelaku Perdagangan di Magelang
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Presiden Prancis Balik Ancam Trump soal Greenland
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.