FAJAR, MAKASSAR- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan melanjutkan program bantuan sosial tahun ini. Sebanyak 500 penyandang kusta jadi sasaran.
Kepala Dinas Sosial Sulsel Abdul Malik Faisal mengutarakan bahwa Pemprov kembali menganggarkan bansos bagi eks penyandang kusta yang ada di Kota Makassar. Bansos tersebut dalam bentuk uang tunai bagi setiap penyandang kusta.
“Program provinsi untuk penanganan pengentasan kemiskinan juga ada. Seperti salah satu yang tetap jalan yang kita lakukan adalah bagaimana menyiapkan anggaran untuk bantuan sosial kepada masyarakat kita penyandang eks kusta, ini kurang lebih 500 keluarga yang ada di Sulsel,” ujar Malik.
Malik menjelaskan bahwa di Sulsel ada sekitar 1.000 penyandang kusta. Pada tahun lalu, separuh sudah mendapatkan bansos dari Pemprov Sulsel.
Tahun ini, mereka kembali mendapatkan bansos bersama dengan yang belum terakomodasi di tahun sebelumnya.
“Kita berikan setiap bulan bantuan kepada mereka, minimal untuk stimulan, untuk menambah pendapatan yang sudah ada. Karena dengan kondisi sosial yang mereka mendapatkan ini, itu agak sulit untuk melakukan interaksi dengan masyarakat umum lainnya,” beber Malik.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman kembali menunjukkan komitmennya terhadap kelompok rentan dan penyandang disabilitas melalui program Bantuan Sosial Jaminan Hidup (JADUP).
Pada tahun anggaran 2025, sebanyak 377 eks penderita kusta di Kompleks Penderita Kusta Jongaya, Jalan Dangko, Kota Makassar, menerima bantuan tersebut melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulsel, yang disalurkan pada pekan lalu.
Program JADUP merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Malik Faisal menegaskan, Pemprov Sulsel berkomitmen memastikan seluruh bantuan sosial disalurkan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
Program ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga upaya menjaga martabat dan semangat hidup warga eks penderita kusta agar tetap berdaya dan mandiri.
“Sesuai arahan dan petunjuk dari Bapak Gubernur, kami ingin memastikan tidak ada warga Sulawesi Selatan yang tertinggal. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup sekaligus memotivasi mereka untuk terus berkarya dan mandiri,” ujar Malik.
Kegiatan pendampingan langsung dan monitoring dilakukan oleh petugas sosial guna memastikan penyaluran berjalan sesuai daftar yang telah diverifikasi.
Dari total 400 penerima manfaat tahun lalu, sebanyak 377 orang menerima bantuan, sementara 23 orang terverifikasi meninggal dunia.
Selain penyaluran bantuan secara non-tunai melalui rekening masing-masing penerima, petugas sosial juga memberikan bimbingan dan motivasi sosial, serta memastikan penerima memahami penggunaan dana bantuan secara bijak dan produktif.
Malik Faisal menyampaikan proses penyaluran dapat berjalan lancar dengan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat setempat.
Kata ia, penerima manfaat mengaku sangat terbantu dengan adanya program JADUP ini. Bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari sekaligus mendorong kemandirian ekonomi mereka.
“Kami terus memperkuat kolaborasi agar bantuan sosial yang digagas oleh Bapak Gubernur benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” terang Malik.
Diketahui, pada tahun 2025 pagu anggaran JADUP sebesar Rp720 juta diperuntukkan bagi 400 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp150.000 per bulan selama 12 bulan, dengan pencairan dilakukan per triwulan.
Selain bantuan JADUP, sejumlah penerima manfaat juga memperoleh program sosial lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI). (uca)





