Siswa Speech Delay di Bandung Putus Sekolah usai Diduga Jadi Korban Bullying

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Bandung -

Seorang siswa SMP disabilitas di Kota Bandung, Jawa Barat, diduga menjadi korban perundungan (bullying) hingga putus sekolah. Siswa itu mengalami speech delay.

Kabar itu pertama kali dibagikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Saat melakukan agenda siskamling beberapa waktu lalu, Farhan berbincang dengan seorang anak difabel yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) didampingi orang tuanya.

"Setiap anak berhak merasa aman di sekolah. Tak ada ruang untuk bullying, Pemerintah Kota Bandung terus berupaya semaksimal mungkin," tulis Farhan dalam keterangan unggahannya, seperti dilansir detikJabar, Selasa (20/1/2026).

Baca juga: Bupati Pati Dijerat KPK, Mobil Dinas Sudewo Nganggur di Parkiran
Penjelasan Dinas Pendidikan

Setelah unggahan Farhan menjadi sorotan, Dinas Pendidikan (Disdik) pun buka suara. Kadisdik Kota Bandung, Asep Gufron, mengatakan kejadian yang menimpa anak tersebut berlangsung beberapa bulan lalu.

Sebelum kejadian, pihak sekolah telah memantau siswa kelas VII tersebut. Bahkan sekolah sudah menyarankan orang tua agar memindahkan anak itu ke sekolah luar biasa (SLB).

"Anak itu sudah diasesmen oleh tim psikologi sekolah maupun dinas. Hasil pemeriksaan psikologis menyarankan agar anak ini disekolahkan di sekolah berkebutuhan khusus," kata Asep Gufron.

"Dua kakaknya juga bersekolah di SLB. Namun anak yang ini masuk ke SMP umum," ucapnya menambahkan.

Baca juga: Waspada Banjir Rob-Ombak Tinggi di Pesisir Jabar Hingga 22 Januari

Berdasarkan laporan yang diterima, Asep menyebut ada dugaan kesalahpahaman. Menurutnya, rekan-rekan siswa tersebut diduga hanya bercanda.

"Bicaranya kan terbata-bata, ya bisa saja anak-anak lain bercanda (hereuy), lalu dia tersinggung. Tapi kami pastikan anak ini terus diasesmen untuk menjamin hak pendidikannya tetap terlayani," tegasnya.

Tak hanya itu, Asep menyatakan pihak sekolah terus menjalin komunikasi dengan orang tua siswa. Sekolah masih membujuk agar anak tersebut mau melanjutkan pendidikan, baik di SMP, SLB, maupun program paket kesetaraan.

Baca selengkapnya di sini.




(idh/dhn)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kejari Batam: Kasus TPPO dan PMI Ilegal Marak, Lima Hingga Sepuluh Perkara Tiap Bulan
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Libya Selamatkan Lebih dari 200 Migran dari Penjara Bawah Tanah
• 17 jam laluidntimes.com
thumb
Waspada Perang Dunia III, SBY Desak PBB Gelar Sidang Darurat
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Pembangunan Stasiun MRT Harmoni Dimulai, Pramono Anung: Ini TOD Strategis
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Jennifer Coppen Naik Becak di Malioboro, Ekspresi Pengayuh Bikin Netizen Bahagia
• 5 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.