3 Warga Diduga Masih Terjebak di Tambang Emas Keluarkan Asap Beracun di Bogor, Ini Identitasnya

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Bogor, VIVA – Di balik lorong sempit tambang emas di kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga masih ada tiga warga yang terjebak dan membutuhkan pertolongan segera.

Tim rescue Basarnas dari Kantor SAR Jakarta bersama Basarnas Special Group (BSG) dikerahkan untuk melakukan evakuasi di lokasi tambang yang diketahui telah lama ditutup oleh PT Aneka Tambang (Antam) tersebut.

Baca Juga :
Menguak Alasan Harga Emas Naik Terus, Ternyata Ini Pemicunya
Kerugian Korban WO Ayu Puspita Terus Membengkak! Kini Tembus Rp18,4 Miliar

Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan bahwa langkah penanganan telah dimulai sejak asap terdeteksi keluar dari galian tambang pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026.

“Kami segera melakukan asesmen di lokasi kejadian serta menghimpun informasi yang akurat dari para saksi dan pihak manajemen PT Antam mulai dari Minggu, 18 Januari hingga Senin, 19 Januari 2026, malam tadi,” kata Desiana dalam keterangannya, Selasa, 20 Januari 2026.

Dari keterangan sejumlah penambang yang berhasil menyelamatkan diri, Basarnas memperoleh informasi krusial. Diduga masih ada beberapa penambang lokal yang belum keluar dari dalam lubang galian dan kini membutuhkan bantuan SAR.

“Berdasarkan hasil asesmen awal, diketahui bahwa area tambang tersebut merupakan lokasi yang telah ditutup oleh PT Antam,” ujarnya.

Karena sudah tidak lagi dikelola oleh PT Antam, kondisi di dalam area tambang dinilai sangat berisiko. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan struktur terowongan tidak stabil, sejumlah titik mengalami pelapukan, serta kualitas udara yang tidak layak dihirup.

Situasi ini memaksa tim SAR menggunakan peralatan khusus, mulai dari Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) hingga perlengkapan evakuasi ruang terbatas. Tantangan semakin berat karena jalur tambang sangat sempit, dengan diameter hanya sekitar satu meter.

“Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi risiko sebelum pelaksanaan operasi SAR,” ujarnya.

Untuk mempercepat pencarian, operasi SAR hari ini dibagi menjadi dua tim. Satu tim fokus melakukan penelusuran langsung di dalam galian tambang, sementara tim lainnya bersiaga untuk evakuasi dan penanganan medis.

“Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Basarnas bersama Emergency Response Team (ERT) PT Antam Pongkor, dengan dukungan peralatan SAR yang memadai,” tuturnya.

Baca Juga :
Kabasarnas Buka-bukaan, Korban ATR 42-500 Diperkirakan di Bawah Tebing Curam 500 Meter
Jalur Udara Buntu! Tim SAR Gabungan Pilih Cara Paling Berisiko Evakuasi Korban ATR 42-500
Harga Emas Hari Ini 20 Januari 2026: Produk Antam Naik Tipis, Global Bervariasi

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah, Ini Dampaknya ke Kehidupan Sehari-hari
• 19 menit lalumedcom.id
thumb
Pemprov DKI Jakarta Resmi Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah Demi Ciptakan Lingkungan Belajar Kondusif
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Jangan Abaikan, Ini Tanda-tanda Awal Anak Alami Child Grooming
• 15 jam laluinsertlive.com
thumb
Deretan 'Dosa' Bupati Pati Sudewo: Tantang Warga, Pajak 250 Persen, Kini Kena OTT KPK
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Prabowo singgung kerja sama maritim dan pendidikan saat temui PM Inggris
• 29 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.