Panas! Roby Tremonti Ragukan Kecerdasan Aurelie Moeremans, Tuduh Buku Broken Strings Cuma Hasil AI

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Peluncuran buku Broken Strings karya artis Aurelie Moeremans masih menjadi perbincangan publik. Buku yang mengupas tuntas pengalaman traumatis masa kecil dan remaja Aurelie ini menuai banyak simpati.

Namun, respons berbeda justru datang dari masa lalunya, Roby Tremonti. Pria yang pernah memiliki hubungan dengan Aurelie tersebut secara terang-terangan meragukan kemampuan sang artis dalam menulis kisah hidupnya sendiri.

Dalam sebuah sesi siaran langsung di media sosial, Roby menuduh bahwa Aurelie tidak murni menulis buku tersebut. Ia curiga ada campur tangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di balik rangkaian kata-kata.

Ia menyoroti proses penulisan buku yang dilakukan Aurelie saat berada di luar negeri. Menurutnya, hal tersebut terasa janggal.

"Nulis buku nyeberang laut, dia lagi gak di Indonesia. Lucu gak sih ? Nulis buku orangnya tuh gak di Indonesia," kata Roby saat melakukan live Instagram, seperti dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Tak berhenti di situ, Roby juga skeptis bahwa Aurelie mampu merangkai kalimat puitis dan menyentuh hati tanpa bantuan teknologi. Ia menduga Aurelie menggunakan prompt atau perintah khusus pada aplikasi AI.

"Kata-katanya aja feeling gua pake promt tuh, indah banget, kayak yang pinter aja," cibirnya.

Adapun prompt dalam dunia teknologi merujuk pada teks instruksi yang dimasukkan ke dalam sistem AI untuk menghasilkan respons atau tulisan sesuai keinginan penggunanya.

Sikap Roby yang nyinyir terhadap karya Aurelie langsung memancing reaksi warganet. Tak terima dihujat, Roby pun melontarkan ancaman.

"Mulai kan gua kepancing. Kalau ada celahnya sih gua proses. Kalau dia masih berkoar-koar, hati-hati, saya gak mundur nih. Orangnya ada. Kalau yang ngata-ngatain, saya mintain pertanggungjawabannya," tegas Roby.

Di sisi lain, sejak awal Aurelie mengaku tidak mudah dalam menerbitkan buku ini. Sebelumnya, istri dari Tyler Bigenho ini sempat mengungkapkan bahwa naskahnya ditolak oleh berbagai penerbit karena dianggap terlalu sensitif.

 

"Kayaknya gak bisa nih ceritanya terlalu sensitif, kurang cocok blablabla. Akhirnya aku mutusin untuk publish sendiri," jelas Aurelie.

Terkait tuduhan tidak bisa menulis, Aurelie menegaskan bahwa seluruh proses redaksional ia kerjakan sendiri. Untuk proses penyuntingan (editing), ia dibantu oleh sang suami.

Terlepas dari tuduhan miring tersebut, buku Broken Strings sejatinya membawa pesan yang jauh lebih dalam daripada sekadar curahan hati.

Melansir dari unggahan Instagram Story pribadinya pada Minggu (18/1/2026), Aurelie menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk mengemis simpati, melainkan menyebarkan kesadaran mengenai bahaya child grooming.

Child grooming sendiri adalah upaya manipulatif yang dilakukan orang dewasa untuk membangun hubungan emosional dengan anak di bawah umur demi tujuan pelecehan atau eksploitasi seksual.

"Ini bukan tentang aku. Ini tentang awareness. Supaya orang tua tahu bagaimana harus bersikap dan melindungi anak," tulis Aurelie.

Wanita 32 tahun berharap kisahnya bisa menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua dan remaja agar tidak terjebak dalam lubang yang sama.

"Supaya anak muda tahu ciri-ciri child grooming dan bisa mengenalinya sejak awal. Supaya mereka bisa menghindar sebelum terlambat," pungkasnya.(*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Satu Kebiasaan Makan Malam yang Bikin Kulit Cepat Menua
• 2 menit lalubeautynesia.id
thumb
Korban Tewas Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah Jadi 40 Orang
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Kiai Muda NU Desak PBNU Pecat Mardani Maming, Gus Yaqut, dan Gus Alex
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Waspada Ancaman Hujan Esktrem Imbas Siklon dan Dinamika Atmosfer, Cek Wilayahmu
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kubu Nadiem akan Laporkan 3 Saksi ke KPK, Diduga Terima Duit Panas Chromebook, Siapa Mereka?
• 20 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.