JAKARTA, DISWAY.ID - Pakar penginderaan jauh (remote sensing) Prof. Tono Saksono menjadi salah satu saksi ahli yang meringankan Roy Suryo CS dalam kasus ijazah palsu Jokowi.
Dikatakannya, bahwa teknik pengolahan citra (image processing) yang digunakan Rismon Sianipar dan Roy Suryo bukanlah bentuk manipulasi, melainkan proses ilmiah untuk memperjelas data visual agar mudah diinterpretasi.
BACA JUGA:Unibang Perkuat Akses Pendidikan lewat Beasiswa dan Kualitas Akademik
BACA JUGA:KPK Beberkan Peran Bupati Sudewo Saat Kena OTT: Patok Harga Jual Beli Jabatan Perangkat Desa
Dijelaskannya, latar belakang keilmuannya berasal dari bidang remote sensing, yakni pemetaan berbasis satelit dan foto udara seperti yang digunakan pada Google Maps atau Google Earth.
"Produk yang paling terkenal sekarang itu Google Map, Google Earth. Jadi saya sangat familiar dengan teknik-teknik pengembangan image processing," katanya kepada awak media, Selasa 20 Januari 2026.
Ia mengaku telah melakukan cross check secara independen terhadap metode yang digunakan Rismon dan Roy Suryo. Meski memakai platform berbeda, hasil yang diperoleh tetap sama.
"Kalau mereka biasanya pakai Python, saya menggunakan Octave atau MATLAB. Platformnya beda, tapi hasilnya sama. Itu membuktikan bahwa apa yang dilakukan RRT sesuai dengan kaidah-kaidah saintifik," ujarnya.
Menurutnya, isu bahwa pengolahan citra tersebut merupakan rekayasa atau manipulasi adalah keliru.
BACA JUGA:Ellips Hadirkan Hair Mask 1 Menit untuk Perempuan Aktif Hadapi Rambut Kusut di Musim Hujan
BACA JUGA:KPK Borong OTT 2 Kepala Daerah Sekaligus dalam Sehari, Kasus Fee Proyek dan Suap Jabatan
Dalam dunia sains, proses itu dikenal sebagai image enhancement atau peningkatan kualitas citra.
"Tujuan image processing itu memperoleh enhanced image, memperbaiki citra agar lebih bisa diinterpretasi. Itu bukan manipulasi," jelasnya.
Ia mencontohkan, dalam dunia intelijen, teknik seperti image subtraction digunakan untuk mengurangi dua gambar sehingga objek yang tidak biasa bisa terlihat jelas.
"Setelah dikurangi, tinggal benda anehnya saja. Itu sangat baik untuk keperluan intelligence. Tapi foto aslinya tidak diubah. Ini hanya supaya bisa terdeteksi oleh mata manusia," ucapnya.
- 1
- 2
- »




