Film horor komedi Sebelum Dijemput Nenek menampilkan Angga Yunanda (Hestu) dan Dodit Mulyanto (Akbar) sebagai saudara kembar.
Ada alasan kuat di balik keputusan berani sutradara Fajar Martha dalam penyatuan dua aktor tersebut.
Fajar Martha mengungkap, sebelum memulai casting, tim produksi melakukan riset mendalam fenomena biologis saudara kembar guna memberikan landasan cerita yang solid.
"Sebenarnya ketika mendesain karakter kembar ini, sempat riset kecil soal jenis kembar ini selain deskripsi yang sudah kita tahu, seperti lahir di waktu yang sama. Ternyata selain kembar identik, ada kembar yang tidak identik," kata Fajar dalam jumpa pers di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).
Proses pencarian pemain dimulai dengan menetapkan Angga Yunanda sebagai salah satu pilar utama. Sebagai aktor muda, Angga dianggap memiliki daya tarik dan kemampuan akting yang mumpuni.
Namun, tantangan muncul saat harus mencari siapa sosok yang pantas bersanding dengannya sebagai saudara kembar. Fajar butuh sosok yang bisa memberikan kontras yang kuat namun tetap menarik.
"Begitu melihat potensi pemain kita ada Angga Yunanda, lalu habis dari situ kita coba petakan. Kalau kita punya karakter Angga Yunanda sebagai kembaran tidak identiknya ke siapa ya? Lalu radar kita menyala, muncullah wajah Dodit Mulyanto di diskusi kita," tutur Fajar.
Fajar menambahkan, menyatukan Angga dan Dodit adalah sebuah eksperimen visual dan karakter yang sangat menarik bagi narasi film ini.
"Oh iya, menarik juga ini menyatukan dua karakter yang di dunia nyata sangat berbeda ke dalam satu film. Jadilah kembaran kita hari ini," ucap Fajar.
Tanggapan Angga Yunanda Perankan Karakter Kembar Bareng Dodit MulyantoBagi Angga, memerankan karakter kembar bersama Dodit sempat membuatnya gelisah. Sebab, ini adalah kali pertama ia terjun ke dunia komedi dengan lawan main seorang komedian.
Angga sempat terbebani apakah ia sanggup mengimbangi performa Dodit yang sudah sangat berpengalaman di ranah komedi.
"Aku belum pernah bertemu sama Mas Dodit, terus enggak tahu apakah aku bisa imbangi kelucuan beliau. Aku belum pernah main komedi gitu, jadi apakah bonding-nya bisa cukup gitu ya sebagai saudara kembar," kata Angga.
Keraguan Angga sirna saat memasuki masa pra-produksi. Dodit ternyata berperan sebagai mentor yang sangat terbuka bagi Angga.
"Menurut aku justru di saat pre-production itu dia sangat membimbing aku banget sih, memberikan banyak banget masukan tentang komedi. Ternyata komedi itu enggak segampang itu," tutur Angga.
Suami Shenina Cinnamon itu sadar, memancing tawa penonton memerlukan ketepatan waktu (timing) dan kepekaan rasa yang berbeda dengan film drama yang biasa ia bintangi.
Mereka bekerja keras agar gerakan dan cara bicara mereka tampak seperti dua orang yang sudah bersama sejak dalam kandungan.
"Kami selalu pengin mencoba sinkronisasi dalam hal misalnya gerakan atau nada bicara dan lain-lain. Jadi bukan lagi merasa kayak gue harus jadi mirip sama dia, tapi udah alam bawah sadarnya kita tuh udah sinkron gitu loh," ucap Angga.
Film Sebelum Dijemput Nenek berkisah tentang saudara kembar tak identik, Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto), yang harus berjuang melawan kematian yang mengincar mereka.
Ketegangan dimulai saat nenek mereka meninggal pada hari dan jam keramat, yakni tanggal 6, bulan 6, jam 6 lewat 6 menit. Mitos film ini menyebut bahwa orang terkasih dari sang nenek akan ikut dibawa ke alam lain.
Hestu (Angga) dan Akbar (Dodit Mulyanto) hanya memiliki waktu tujuh hari untuk menyelamatkan nyawa mereka sembari merefleksikan hubungan keluarga yang sempat retak. Film ini akan tayang pada 22 Januari.




