Bisnis.com, JAKARTA - Harta kekayaan Bupati Pati Sudewo menjadi sorotan publik setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 19 Januari 2026.
KPK menduga Sudewo terlibat dalam praktik suap yang berkaitan dengan proses pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Perkara tersebut saat ini masih dalam tahap awal penyidikan dan pendalaman oleh penyidik.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengisian sejumlah posisi strategis di tingkat desa.
“[OTT Bupati Pati] berkaitan dengan pengisian jabatan kaur, kasi, maupun sekdes [sekretaris desa],” ujar Budi Prasetyo pada Selasa (20/1/2026).
Seiring dengan mencuatnya kasus tersebut, publik juga menaruh perhatian pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Sudewo yang tercatat di Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai bentuk transparansi penyelenggara negara.
Total Kekayaan Bupati Pati SudewoBerdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 11 April 2025, bertepatan dengan awal masa jabatannya sebagai Bupati Pati, total kekayaan Sudewo tercatat mencapai Rp31.519.711.746 atau sekitar Rp31,5 miliar.
Baca Juga
- Fakta-fakta OTT KPK yang Ciduk Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi
- Jejak Kontroversi Bupati Pati Sudewo: Hampir Dimakzulkan hingga Tertangkap OTT KPK
- Harta Kekayaan 3 Pejabat KPP Jakarta Utara yang Terciduk OTT KPK
Kekayaan Sudewo didominasi oleh aset tanah dan bangunan. Berdasarkan catatan LHKPN, Sudewo tercatat memiliki 31 tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain Pacitan, Surakarta, Depok, Blora, dan Pati. Berikut rincian lengkap total harta kekayaan Bupati Pati Sudewo.
1. Tanah dan BangunanKomponen terbesar dari kekayaan Sudewo adalah aset tanah dan bangunan yang bernilai sekitar Rp17,03 miliar. Seluruh aset properti ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, beberapa titik lokasi aset Sudewo antara lain:
- Pacitan, Jawa Timur
- Surakarta dan Yogyakarta
- Bogor dan Depok, Jawa Barat
- Blora dan Pati, Jawa Tengah
- Tuban dan Wonogiri
Selain properti, Sudewo juga mencatat kepemilikan kendaraan bermotor senilai Rp6,33 miliar dalam LHKPN. Aset ini mencakup delapan unit kendaraan yang terdiri dari mobil dan sepeda motor, beberapa kendaraan yang dilaporkan antara lain:
- BMW X5 (tahun 2023)
- Toyota Alphard (tahun 2024)
- Toyota Land Cruiser (tahun 2019)
- Toyota Harrier (tahun 2014)
- Mitsubishi Pajero (tahun 2019)
- Toyota Innova (tahun 2013)
- Motor Honda Beat
- Suzuki TS125
Selain aset tidak bergerak dan kendaraan, Sudewo juga memiliki surat berharga atau instrumen investasi senilai Rp5,39 miliar.
4. Harta Bergerak Lainnya dan Kas yang DimilikiKomponen lain dalam laporan kekayaan Sudewo termasuk:
- Harta bergerak lainnya senilai sekitar Rp795 juta
- Kas dan setara kas sebesar sekitar Rp1,96 miliar
Menariknya, dalam seluruh laporan LHKPN Sudewo yang disampaikan pada 11 April 2025 tersebut, tidak tercatat utang pribadi apa pun. Hal ini berarti total kekayaan bersih Sudewo tidak terpengaruh kewajiban utang dalam periode pelaporan itu.
Hingga saat ini, KPK masih melakukan pendalaman terhadap perkara OTT yang menjerat Sudewo. Status hukum yang bersangkutan masih dalam proses penegakan hukum, dan seluruh temuan akan diuji melalui mekanisme hukum yang berlaku sesuai asas praduga tak bersalah.



