FAJAR, MAKASSAR — Operasi pencarian korban oleh Tim SAR gabungan masih berlangsung. Logistik untuk kebutuhan petugas disiapkan.
Kepala Dinas Sosial Sulsel Abdul Malik Faisal mengemukakan Pemprov Sulsel menyalurkan bantuan logistik untuk kepeluan akomodasi para petugas yang masih bertugas di lokasi pencarian.
Bahan makanan dasar disiapkan di satu dapur umum yang dikelola Basarnas.
“Kita siapkan tahap awal mungkin 500 kg sampai 1 ton beras, indomie 50-100 box, tapi kita lihat perkembangannya kalau semisal masih butuh kita tambah lagi. Itu logistik provinsi yang menjadi stok di gudang,” ujar Malik.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mulai menghitung alokasi anggaran yang akan dikucurkan dalam operasi ini.
“Kami menggeser anggaran untuk operasional pencarian, semua instansi kita cover. Dari TNI/Polri, Basarnas, SAR Sulsel, BPBD biaya untuk kedaruratan dan bencana ini,” kata Andi Sudirman, saat diwawancarai usai pelantikan eselon II lingkup Pemprov Sulsel, di Baruga Asta Cita, Rujab Gubernur Sulsel, Makassar, Senin, 19 Januari 2026.
Andi Sudirman belum membeberkan besaran alokasi. Dirinya masih menghitung anggaran yang akan dihibahkan ke instansi terkait, guna mendukung proses pencarian.
Andi Sudirman sendiri baru saja pulang dari posko di Balocci, Pangkep. Dirinya menyebut perkembangan pencarian kini terus bertambah. Mulai dari jenazah korban hingga puing-puing pesawat.
“Update terakhir sudah banyak penemuan yang bisa berikan petunjuk terkait korban ATR 42-500,” ungkap Andi Sudirman.
Hanya saja, kondisi cuaca menjadi tantangan pencarian. Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika RI terus dilakukan.
“Tadi saya ke posko memang cuacanya harus modifikasi sehingga kita mengajukan modifikasi teknologi ke BMKG. Insyallah dikirim langsung kesini,” tandasnya. (uca)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3807516/original/090085000_1640672366-148355508_430150894707997_2084073915891854769_n.jpg)

