Jakarta, VIVA – Langkah awal ganda putra muda Indonesia, Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi, di Indonesia Masters 2026 berakhir manis. Tampil di hadapan publik sendiri di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa 20 Januari 2026, pasangan ini sukses menembus babak utama setelah melewati laga kualifikasi yang menguras tenaga.
Faathir dan Devin harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan atas pasangan Prancis, Mael Cattoen dan Lucas Renoir, dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung ketat. Duel berdurasi 62 menit itu dituntaskan dengan skor 21-16, 13-21, 21-19, sekaligus membuka jalan mereka ke babak 32 besar.
Bagi Faathir, kemenangan ini terasa spesial. Bermain di Istora bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan mimpi yang akhirnya terwujud. Ia mengaku emosinya bercampur antara gugup dan bangga saat pertama kali menginjak lapangan legendaris tersebut.
Faathir mengatakan, dirinya bersyukur bisa tampil di Istora Senayan karena sejak kecil tempat itu menjadi impiannya. Ia pun merasa bangga bisa langsung meraih kemenangan pada laga pertamanya di arena tersebut.
Senada dengan sang partner, Devin juga mengaku antusias bisa tampil di kandang sendiri. Atmosfer Istora yang penuh dukungan menjadi pengalaman berharga baginya di level turnamen internasional.
Devin mengungkapkan rasa senangnya karena bisa bermain di Indonesia, terlebih di Istora, yang menurutnya selalu menghadirkan sensasi berbeda bagi atlet bulutangkis Tanah Air.
Namun, jalan menuju kemenangan tidak dilalui dengan mudah. Devin menjelaskan bahwa sejak gim pertama, permainan mereka sempat tidak berjalan sesuai rencana. Kesalahan dalam menerapkan pola permainan membuat Faathir dan Devin terus berada dalam tekanan pasangan Prancis tersebut.
Meski demikian, mereka berusaha bangkit dengan bermain lebih tenang dan sabar, terutama saat memasuki gim penentuan. Devin menegaskan bahwa mereka tidak mau menyerah sebelum angka 21 benar-benar tercapai.
Ia menyebutkan bahwa selama poin belum menyentuh angka 21, laga belum bisa dianggap selesai. Karena itu, mereka mencoba berbagai cara untuk tetap bertahan dan mencari celah hingga akhir pertandingan.
Faathir menambahkan, kunci kebangkitan mereka adalah meningkatkan kepercayaan diri dan menghilangkan rasa tegang yang sempat muncul di awal laga.




