TABLOIDBINTANG.COM - Film drama religi Bidadari Surga mencatatkan performa kurang menggembirakan di bioskop.
Meski dibintangi pasangan selebritas Dinda Hauw dan Rey Mbayang—yang dikenal sebagai couple goals dengan jutaan pengikut di Instagram—film ini belum mampu menarik minat penonton dalam jumlah signifikan.
Berdasarkan data Cinepoint, hingga hari kelima penayangan, Bidadari Su
rga bahkan belum mampu menembus 30 ribu penonton.
Capaian tersebut terbilang jauh dari ekspektasi, mengingat popularitas kedua pemeran utamanya yang sangat besar di media sosial.
Film ini sendiri sebenarnya bukan proyek baru. Bidadari Surga diketahui menjalani proses syuting sekitar lima tahun lalu, sebelum akhirnya resmi dirilis ke bioskop pada tahun ini.
Jarak waktu produksi yang panjang tersebut diduga turut memengaruhi daya tarik film di mata penonton masa kini. Tambah lagi, film ini rilis berbarengan dengan Alas Roban dan Penerbangan Terakhir yang mendapat perhatian lebih dari masyarakat.
Kesulitan Menarik Minat Penonton
Di tengah ketatnya persaingan film Indonesia, minimnya angka penonton Bidadari Surga menjadi sorotan.
Terlebih, tren film lokal saat ini menunjukkan bahwa judul-judul dengan promosi masif dan kedekatan tema dengan audiens mampu meraup ratusan ribu hingga jutaan penonton hanya dalam hitungan hari.
Popularitas Dinda Hauw dan Rey Mbayang di media sosial nyatanya belum cukup menjadi jaminan kesuksesan box office.
Dengan basis penggemar yang besar, publik sempat berharap film ini mampu mengikuti jejak film-film bertema drama keluarga dan religi lain yang sukses secara komersial.
Namun fakta di lapangan berkata lain. Hingga pekan awal penayangan, Bidadari Surga masih kesulitan menarik minat penonton untuk datang ke bioskop.
Kondisi ini sekaligus menambah daftar film Indonesia yang gagal bersinar meski dibintangi nama-nama besar.
Dengan jatah layar dan waktu tayang yang tersedia, jalan film ini untuk mencapai ratusan ribu penonton terbilang cukup berat. Apalagi tengah pekan ini bioskop akan kehadiran film-film baru baik lokal dan impor.



