Wamen PU mencatat jumlah kecelakaan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
IDXChannel - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mencatat jumlah kecelakaan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Diana memaparkan jumlah kecelakaan pada Nataru 2024/2025 tercatat total 178 kejadian, sedangkan pada Nataru 2025/2026 meningkat menjadi 209 kejadian.
Secara harian, fluktuasi kecelakaan terjadi sepanjang periode pengamatan. Pada beberapa tanggal, lonjakan terlihat cukup signifikan, terutama pada rentang 18–23 Desember dan kembali meningkat menjelang akhir tahun hingga awal Januari.
"Kecelakaan lalulintas selama Nataru, jika dibandingkan pada periode sebelumnya jumlah kecelakaan ini mengalami peningkatan dari 178 kejadian tahun lalu, menjadi 209 kejadian pada tahun ini," ujarnya dalam Raker bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1/2026).
Diana mengatakan, puncak kejadian pada periode 2025/2026 tercatat pada 18 Desember, 27 Desember, dan 1 Januari 2026, yang masing-masing berada di atas 10 kejadian per hari.
Sementara itu, pada periode 2024/2025, angka kejadian juga relatif tinggi pada 19 dan 23 Desember 2025, yang masing-masing mendekati 20 kejadian per hari.
Sementara dari sisi dampak kecelakaan, jumlah korban luka ringan relatif stabil, bahkan sedikit menurun, dari 197 orang pada Nataru 2024/2025 menjadi 194 orang pada Nataru 2025/2026.
Korban luka berat justru mengalami penurunan cukup signifikan, dari 88 orang menjadi 58 orang. Namun, jumlah korban meninggal dunia meningkat tajam, dari 12 orang pada periode sebelumnya menjadi 38 orang pada Nataru 2025/2026.
Jika dilihat dari persentase tingkat fatalitas, korban luka ringan masih mendominasi pada kedua periode, yakni 66 persen pada 2024/2025 dan naik tipis menjadi 67 persen pada 2025/2026.
Persentase luka berat turun dari 30 persen menjadi 20 persen. Sebaliknya, proporsi korban meninggal dunia meningkat dari 4 persen menjadi 13 persen dari total korban.
"Ini juga karena ada kejadian kecelakaan di exit tol Krapyak, Semarang, beberapa waktu lalu," kata Diana.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi perbaikan pada penurunan jumlah korban luka berat, peningkatan jumlah kejadian kecelakaan serta lonjakan korban meninggal dunia menjadi catatan serius pada penyelenggaraan Nataru 2025/2026.
Hal ini menunjukkan bahwa risiko fatalitas kecelakaan di jalan tol masih tinggi dan memerlukan penguatan langkah pencegahan, pengawasan kecepatan, serta peningkatan respons kedaruratan di lapangan.
(Febrina Ratna Iskana)




