Zaki Ubaidillah alias Ubed menjalani debutnya di Istora Senayan dalam turnamen Indonesia Masters 2026. Ubed bercerita perjalanannya hingga sampai di titik ini, dan menekankan pentingnya doa orang tua.
Ubed mengatakan bahwa dulu saat masih di asrama, ia kerap menangis karena rindu dengan orang tuanya. Hingga saat ini, ia masih rutin menghubungi orang tua untuk meminta doa restu menjelang pertandingan.
"Sedih, dulu juga sempat, saat masuk asrama, sempat ditinggal [orang tua]. Sempat sering nangis juga, karena kangen sama orang tua," kata Ubed kepada wartawan, Senin (20/1).
"Kalau saya sendiri, telepon orang tua itu setiap hari. Sampai sekarang masih, setiap haru kalau ada waktu luang saat malam, saya telepon. Saat mau pertandingan juga saya pamit, minta doanya. Sebelum bermain juga saya telepon orang tua," lanjutnya.
Indonesia Masters menjadi turnamen yang sangat dinantikan Ubed. Jebolan PB Djarum itu sejak dulu memiliki cita-cita untuk bermain di Istora Senayan.
"Deg-degan pasti ada, senang pasti ada. Karena dari dulu saya ingin, saya punya cita-cita ingin bermain di Istora. Jadi, akhirnya sekarang bisa kesampaian juga main di sini. Saya ingin memberikan hasil yang terbaik untuk saya, juga untuk penonton," ujar Ubed.



