Mobil relawan asal Banten yang hendak mengantarkan bantuan ke Aceh dibobol maling saat sedang beristirahat di Jalan Karya Bakti I, Medan Polonia, pada Senin (19/1) pagi. Saat itu para relawan sedang melaksanakan salat Subuh.
“Pukul 02.30 WIB mereka datang menumpang untuk istirahat. Kemudian, pukul 03.30 WIB terjadi pencurian,” kata Kepala Lingkungan I Kelurahan Sarirejo, Hairul Aswad Tambunan saat dihubungi, Selasa (20/1).
Hairul menjelaskan bahwa para relawan tersebut tidak melaporkan kepada pihaknya jika ingin menginap di lingkungannya.
“Jadi relawan itu bukan warga saya. Mereka hanya menumpang dari saudara ke saudara. Tamu itu tidak ada melapor ke kami,” ucap Hairul.
Dalam insiden ini, korban kehilangan genset dan beberapa pakaian.
“Kehilangan genset dan baju-baju kotor,” ujar Hairul.
Dicuri Saat Korban Salat Subuh
Menurut Hairul, peristiwa itu terjadi saat para relawan hendak melaksanakan salat subuh. Pada saat itulah para pelaku beraksi.
“Mereka katanya pukul 05.00 WIB mau salat subuh. Mereka mau mengambil pakaiannya ke dalam mobil. Mereka lihat pakaiannya sudah berserak dan gensetnya juga hilang,” imbuh Hairul.
Barang Curian Dikembalikan
Pada siang harinya sekitar pukul 14.00 WIB, kata Hairul, barang yang dicuri dikembalikan oleh para pelaku dengan meletakkannya di rumah salah satu teman relawan di Medan.
Namun, saat itu para relawan asal Banten tersebut telah meninggalkan lokasi.
“Alhamdulillah, pukul 14.00 WIB ada yang menemui saya. Itu warga kita, barangnya sudah ketemu,” ucap Hairul.
“Saya antar langsung ke rumah warga. Ternyata relawan itu sudah pulang pukul 10.00 WIB. Tapi saya tidak dikabari. Saya serah terima dengan relawan bernama Vera bersama pihak keluarganya yang merupakan warga saya,” sambung Hairul.
Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, mengaku pihaknya telah mendapatkan informasi terkait peristiwa tersebut. Namun, korban tidak membuat laporan polisi.
“Genset dikembalikan dan tasnya juga dikembalikan,” kata Bambang saat dihubungi, Selasa (20/1).




