Raymond/Joaquin mengandaskan perlawanan Adam/Rossi melalui laga tiga gim dengan skor 22-20, 15-21, 21-10. Sempat kehilangan gim kedua, pasangan Indonesia mampu bangkit dan tampil dominan pada gim penentuan.
Sejak gim pertama, Raymond/Joaquin tampil agresif dengan mengandalkan permainan menyerang. Pertarungan berjalan ketat hingga poin-poin krusial, sebelum akhirnya pasangan Indonesia berhasil mengamankan gim pembuka dengan skor tipis 22-20.
Namun, situasi berubah pada gim kedua. Adam/Rossi mampu menguasai permainan dan memaksa Raymond/Joaquin berada di bawah tekanan. Meski sempat unggul pada interval, pasangan Indonesia gagal menjaga momentum dan harus menyerah 15-21.
Nikolaus Joaquin mengungkapkan bahwa perubahan pola permainan dari lawan menjadi faktor utama hilangnya gim kedua.
“Di gim kedua, saat interval kami sempat memimpin, tetapi lawan mengubah pola permainan dan kami terlambat mengantisipasinya,” ujar Joaquin. Baca juga: Indonesia Masters 2026: Ginting Mulai Perjuangan dari Babak Kualifikasi Sementara itu, Raymond menilai kegagalan merebut gim kedua juga dipengaruhi oleh faktor nonteknis. Ia mengakui terlalu terburu-buru untuk menyelesaikan pertandingan. “Di gim kedua mungkin fokusnya sempat hilang dan malah jadi tekanan ke diri sendiri. Karena rasa ingin menangnya juga tinggi,” jelasnya.
Memasuki gim ketiga, Raymond/Joaquin memilih pendekatan berbeda. Mereka bermain lebih lepas tanpa beban dan menikmati jalannya pertandingan. Strategi tersebut terbukti efektif. Pasangan Indonesia tampil dominan dan meninggalkan Adam/Rossi dengan skor telak 21-10. “Evaluasinya kami bermain nothing to lose saja, jadi tidak ada beban,” tutur Raymond.
Terkait target di Indonesia Masters 2026, Joaquin menyampaikannya dengan nada santai. Ia berharap dapat bertahan hingga hari terakhir turnamen. “Kalau target, saya maunya hotel saya extend sampai hari terakhir,” ucap Joaquin sambil tertawa.
Bagi Joaquin, tampil di Indonesia Masters 2026 menjadi pengalaman yang berkesan. Ia mengaku baru pertama kali merasakan atmosfer turnamen Indonesia Masters dan terkesan dengan dukungan penonton di Istora. “Benar-benar tidak menyangka bisa seramai ini. Ini pertama kali saya main di Indonesia Masters. Atmosfernya sangat luar biasa dibandingkan turnamen-turnamen lain,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




