JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri berharap Megawati Institute dapat menjadi pusat kajian kebijakan strategis setelah resmi memiliki kantor baru di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.
Harapan tersebut disampaikan Megawati saat pertama kali meninjau langsung kantor tersebut, pada Selasa (20/1/2026), setelah akta notaris pendiriannya resmi ditandatangani beberapa hari lalu.
"Megawati Institute harus menjadi pusat kajian kebijakan strategis melalui kegiatan penelitian, penggalangan tokoh-tokoh intelektual dan cendekiawan, serta mendorong kesadaran berpikir kritis dan dialektis yang diperlukan sebagai penopang peningkatan kualitas kehidupan demokrasi," kata Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, saat menyampaikan pesan Megawati, Selasa (20/1/2026).
Menurut Hasto, Megawati menegaskan bahwa Megawati Institute harus berfungsi sebagai lembaga pemikiran yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945.
Baca juga: Lantang Megawati dan PDI-P Tolak Wacana Pilkada Via DPRD
"Ibu Megawati menyampaikan harapan-harapan terhadap Megawati Institute sebagai wadah pemikiran yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945, Pola Pembangunan Semesta dan Berencana, hingga menghadirkan seluruh kepemimpinan strategis Megawati Soekarnoputri khususnya sebagai Presiden Kelima RI yang mampu menyelesaikan krisis multidimensi," ungkap Hasto.
Dalam kunjungan tersebut, Megawati didampingi Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid, Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI-P Bidang Ekonomi Kreatif Prananda Prabowo, serta jajaran pengurus.
Megawati sempat berkeliling meninjau sejumlah ruangan, termasuk area perpustakaan dan taman kecil di bagian belakang gedung.
Menurut Hasto, Megawati sempat terheran-heran karena kantor tersebut dapat disiapkan dalam waktu singkat.
Dia pun kemudian menjelaskan bahwa Prananda Prabowo berperan besar dalam perancangan gedung tersebut.
"Arsiteknya Mas Prananda, sampai harus lembur 3 hari 3 malam. Ini semacam mission impossible," kata Hasto.
Baca juga: PDI-P Jadi Partai Penyeimbang, Megawati: Kritik Harus Berbasis Data
Setelah meninjau seluruh fasilitas, Megawati mengajak jajaran pengurus untuk berbincang santai di ruang rapat.
Dalam kesempatan itu, dia berdiskusi intens dengan Hilmar Farid terkait arah dan peran strategis Megawati Institute ke depan.
Hasto menambahkan, kantor baru Megawati Institute yang berada di samping Kantor DPP PDI-P itu menurut rencana mulai beroperasi dalam waktu dekat.
Baca juga: Megawati: Pemerintah Bukan Musuh, tetapi Objek Kritik yang Sah dalam Demokrasi
Dia juga menerangkan bahwa penunjukan Hilmar Farid sebagai Direktur Eksekutif Megawati Institute didasarkan pada kompetensi kepemimpinan dan jejaring akademik yang luas.
"Penetapan Hilmar Farid dilakukan karena kompetensi kepemimpinan, network yang luas, dan kemampuannya bertindak sebagai jembatan yang sangat baik dengan perguruan tinggi serta lembaga-lembaga kajian kebijakan strategis," pungkas dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


