Tim SAR akhirnya berhasil mengevakuasi korban pertama pesawat ATR 42-500, yang hilang dan terjatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1). Korban saat ini sudah berada di pemukiman warga di Desa Lampeso, Kecamatan Cenrana, Bone.
Korban pertama ditemukan oleh tim SAR pada Minggu (18/1) sekitar pukul 13.43 WITA, di jurang dengan posisi tersangkut pohon di kedalaman 200 meter dari puncak. Korban berjenis kelamin laki-laki.
"Korban pertama sudah berhasil dievakuasi dari gunung. Sekarang, sudah berada di Desa Lampeso, Cenrana," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, Selasa (20/1).
Proses evakuasi korban pertama ini terbilang dramatis. Arif mengatakan, bahwa pada hari pertama korban ditemukan, tim SAR sudah berusaha untuk mengevakuasi korban keluar ke pemukiman warga.
Tetapi, karena kondisi cuaca hingga medan ekstrem upaya tersebut dihentikan. Personel terpaksa harus bermalam di gunung.
"Dari awal sudah mulai diupayakan evakuasi tapi kesulitan karena cuaca dan medan ekstrem," ucapnya.
Pada Senin (19/1) pagi, kembali dilanjutkan evakuasi dengan arah menurun menuju kampung atau pemukiman terdekat. Tetapi, evakuasi tidak mudah. Tim SAR bahkan harus melewati medan yang curam hingga harus berjalan hingga puluhan jam lamanya.
"Kemarin (Senin) seharian jalan. Baru hari ini, Selasa (20/1) baru sampai di kampung, Desa Lampeso. Jadi dua malam bermalam," ucap dia.
Di Desa Lampeso ini, tim SAR masih akan melanjutkan perjalan menuju ke kampung baru melalui jalan setapak sekitar 15 kilometer dan untuk menuju jalan poros Kecamatan Cenrana kembali harus berjalan selama 5 kilometer.
"Di jalan poros baru dinaikkan di ambulans lalu akan dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk diserahkan ke pihak DVI," tandasnya.
Hingga malam ini, korban pertama belum sampai di RS Bhayangkara Makassar.




