Bazar buku internasional Big Bad Wolf Books (BBW) akan digelar di 14 daerah di Indonesia dengan dimulai dari Surabaya pada 29 Januari hingga 8 Februari 2026 mendatang.
Dalam kegiatan tersebut akan ada jutaan buku, baik buku dari dalam negeri maupun buku dari luar negeri. Seluruhnya akan dihadirkan di Convention Hall, Tunjungan Plaza 3, Surabaya.
“Surabaya menjadi kota pembuka yang sangat bermakna untuk perjalanan ini di tahun 2026,” kata Andrew Yap Founder BBW di Surabaya, Selasa (20/1/2026).
Ia mengatakan, Surabaya dipilih sebagai kota pertama dari perjalanan bazar buku tersebut sekaligus untuk menegaskan bahwa Surabaya memiliki peranan sebagai salah satu pusat literasi dan budaya baca di Indonesia.
“Selama 10 tahun terakhir, sudah berkembang dari sekadar bazar buku dan sebuah gerakan literasi menjadi destinasi literasi yang melibatkan keluarga, komunitas, dan generasi muda yang semakin hari semakin kuat dan luas,” ucapnya.
Sementata itu, Marthius Wandi Budianto Country Director BBW Indonesia mengatakan bahwa gelaran di Surabaya membawa semangat yang lebih kuat dari sebelumnya.
“Ini menandai puluhan juta buku menemukan jalannya ke rumah, sekolah, komunitas dan organisasi, lalu tumbuh menjadi cerita, kebiasaan, dan harapan,” ucapnya.
Melalui rangkaian 14 kota sepanjang 2026, pihaknya berkomitmen untuk membangun generasi dan menegaskan bahwa membaca merupakan hal penting yang harus dilestarikan.
“Membaca adalah pengalaman yang hidup, bukan sekadar aktivitas belajar, melainkan bagian dari budaya, kebahagiaan, dan pembangunan karakter bangsa dengan misi menciptakan perubahan di Indonesia, satu buku dalam satu waktu,” tuturnya.
Setelah di Surabaya, BBW Indonesia 2026 akan melanjutkan perjalanannya ke berbagai kota di Indonesia, termasuk Batam, Pekanbaru, Makassar, Jakarta, Manado, Balikpapan, Semarang, Bandung, Pontianak, Yogyakarta, Palembang, dan Medan.
“Menjadikan 2026 sebagai tahun perjalanan literasi terbesar dengan kota terbanyak BBW di Indonesia,” ucapnya.
Lewat rangkaian itu, pihaknya berharap Indonesia komitmen mengusung misi global “Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu” agar bisa tumbuh bersama dan mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup dan masa depan bangsa. (ris/saf/ipg)




