Kepala Basarnas Marsda Mohammad Syafii menjelaskan informasi terkait adanya pergerakan langkah pada smartwatch Farhan Gunawan, kopilot pesawat ATR 42-500 yang hilang dan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Syafii mengatakan pergerakan langkah yang ditemukan tersebut terekam beberapa bulan lalu ketika Farhan masih berada di Yogyakarta. Hal itu pun sudah disampaikan kepada keluarga Farhan.
“Terkait dengan pergerakan yang dari smartwatch, kami sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan. Setelah dibuka, ternyata rekaman itu berasal dari beberapa bulan lalu, saat korban masih berada di Jogja,” ucap Syafii di DPR, Selasa (20/1).
“Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi. Jadi pihak keluarga juga sudah memahami, dan kami juga memahami perasaan keluarga, makanya hal itu diproses,” tambahnya.
Syafii meminta doa agar proses evakuasi dapat segera diselesaikan dan seluruh korban bisa ditemukan.
“Mohon doanya saja. Kami sudah mengerahkan banyak pesawat, mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat, serta helikopter. Sekarang kita juga memodifikasi cuaca. Mudah-mudahan cuaca membaik,” ucap Syafii.
Syafii belum dapat memastikan nasib seluruh korban. Menurutnya, Basarnas masih berharap adanya mukjizat.
“Saya sampaikan, kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup. Karena pernah ada kejadian pesawat jatuh dengan kondisi pesawat terburai, tetapi ternyata ada penumpang yang terlempar dan mengalami mati suri beberapa hari, lalu ditemukan dalam kondisi hidup,” ucap Syafii.
“Jadi kita akan terus berupaya melaksanakan pencarian korban, sambil mengumpulkan puing-puing untuk nantinya diserahkan kepada KNKT,” tambahnya.
Sebelumnya diketahui, pergerakan langkah Farhan di smartwatch terdeteksi setelah ponsel miliknya ditemukan di antara puing-puing pesawat.
Staf AMC Basarnas, Arman Amirudin, mengatakan awalnya ponsel Farhan ditemukan oleh tim SAR di hutan. Ponsel tersebut kemudian diserahkan kepada Dian Mulyana, yang merupakan pacar Farhan Gunawan, untuk dibuka kuncinya. Ponsel dibawa ke Makassar.
“HP ini kami serahkan memang untuk bisa dibuka kuncinya. Karena terkunci, tidak bisa dibuka. Makanya dibuatkan surat pernyataan agar bisa dibawa ke Makassar dan dibuka,” kata Arman kepada wartawan, Selasa (20/1).
Sebelumnya, pesawat ATR jatuh pada Sabtu (17/1) siang. Pada hari Minggu (18/1), Hp Farhan yang ditemukan tim SAR sudah diserahkan ke Dian.
Kemudian, sekitar pukul 06.53 WITA Minggu (18/1), notifikasi smartwatch menunjukkan ada pergerakan kaki sekitar 9.013 langkah. Dan angka itu terus bertambah pada siang hari dan malam harinya.


