FAJAR, PANGKEP- Kabut tebal menyelimuti kawasan pegunungan karst di Maros, Selasa (20/1/2026). Hujan yang turun sejak pagi membuat bebatuan licin, sementara angin kencang berembus dari celah-celah tebing curam. Di tengah kondisi alam yang ekstrem itu, tim SAR gabungan telah berupaya sejak Senin kemarin menuruni jurang sedalam kurang lebih 200 meter untuk mengevakuasi jenazah yang ditemukan.
Langkah demi langkah dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Tali pengaman menjadi satu-satunya pegangan di antara dinding karst yang tajam dan medan yang terjal. Setelah berjam-jam pencarian, suara dari radio komunikasi memecah ketegangan di posko utama.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, membenarkan bahwa korban pertama telah ditemukan, namun dalam kondisi tidak bernyawa.
“Korban ditemukan sekitar pukul 14.20 Wita di sekitar jurang dengan kedalaman kurang lebih 200 meter. Korban yang ditemukan pertama kali itu sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung perlahan. Cuaca hujan disertai kabut tebal membuat tim SAR harus beberapa kali berhenti demi memastikan keselamatan personel.
Sore tadi, Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan menyampaikan bahwa, jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut telah tiba di Kampung Lampesu, Maros.
“Korban pertama sudah sampai di Lampesu,” pungkasnya.
Setibanya di Cenrana, jenazah selanjutnya disiapkan untuk dibawa ke Makassar guna proses identifikasi lebih lanjut. (fit)




