BMKG Jelaskan Cuaca Saat Pesawat ATR Jatuh di Gunung Bulusaraung Sulsel

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan kondisi cuaca saat pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar hilang kontak dan terjatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, berdasarkan laporan Meteorologi Aerodrome Report (METAR) pada pukul 12.30 WITA, kondisi cuaca di bandara tujuan yakni Sultan Hasanuddin masih terpantau stabil.

“Angin bertiup dengan kecepatan 13 knot, jarak pandangnya adalah 9 km di area bandara. Kemudian suhu dan udara bertekanan normal 31°C dan tekanan udara 1.007 mb,” jelas Faisal dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).

Meski demikian, BMKG mencatat adanya hujan sesaat dan awan cumulonimbus (Cb) di sekitar bandara.

“Cuaca di sekitar bandara berupa hujan sesaat di area bandara dengan awan cumulonimbus 1-2 oktas pada ketinggian 1.700 kaki, serta awan 3-4 oktas yang lebih tebal pada ketinggian sekitar 1.800 kaki. Memang di area bandara itu dipengaruhi oleh awan Cb yang cukup tebal,” ungkapnya.

Faisal menilai kondisi cuaca secara umum relatif stabil, namun awan Cb di wilayah pendekatan pendaratan tetap perlu diwaspadai.

Pemantauan citra satelit juga menunjukkan keberadaan awan tebal di sekitar lokasi kejadian.

“Bahwa berdasarkan citra satelit Himawari IR Enhanced pada tanggal 17 Januari 2026 pukul 11.00-13.30 WITA, suhu puncak di lokasi kejadian berkisar antara -48°C hingga 21°C, yang menunjukkan keberadaan awan tinggi dan awan tebal (dense cloud) di sekitaran wilayah tersebut,” jelas Faisal.

Ia menegaskan, kondisi cuaca di bandara saat itu masih memungkinkan untuk lepas landas dan pendaratan, namun tantangan utama berada pada fase pendekatan pesawat.

“Kondisi tersebut masih memungkinkan untuk lepas landas dan pendaratan, jadi yang perlu diwaspadai adalah bandaranya relatif aman dengan jarak pandang yang cukup, tetapi untuk area menuju ke pendaratan ini yang perlu diwaspadai akan adanya awan Cb di ketinggian 1.700-1.800 yang kami sampaikan tadi cukup tinggi dan tebal (dense cloud),” jelas Faisal.

Dalam rapat itu, Ketua Komisi V DPR Lasarus mempertanyakan keterkaitan antara jarak pandang yang dinilai aman dengan keberadaan awan Cb di sekitar landasan.

Menanggapi hal itu, Faisal menjelaskan awan Cb berada di lapisan yang dilalui pesawat saat melakukan pendekatan dari ketinggian jelajah.

“Terbangnya pesawat itu ketinggian jelajahnya di 6.500 ft, sehingga saat dia mau mendarat kan perlu approach sehingga melewati lapisan 1.700 sampai 1.800 ft. Ini di mana awan Cb, begitu dia turun ke bandara yang METAR tadi kami sebutkan itu kondisi di Bandaranya,” kata Faisal.

“Jadi bandaranya visibility-nya baik ya, tidak ada gangguan signifikan sehingga bisa untuk pendaratan. Tapi approach-nya nanti yang akan mempengaruhi ya, jadi jarak pandang itu berlaku pada saat akan pendaratan,” sambungnya.

Lasarus menilai penjelasan cuaca harus diurai secara lebih terbuka agar tidak terkesan normatif dan menjadi pembenaran atas kecelakaan.

“Jadi saya tidak ingin setiap kejadian itu kita normatif terus, saya minta tolong nih, setiap kejadian itu kita normatif terus Pak, normatif aja terus kita semua ini. Seolah-olah wajar terjadi gitu lah ini sebabnya yang harus betul-betul kita urai,” kata Lasarus.

Ia juga menekankan pentingnya penjelasan kepada keluarga korban dan masyarakat.

“Ini kita harus pikirin keluarga korban juga Pak, penjelasan negara ini kepada masyarakat terkait dengan kejadian ini sehingga tidak menjadi normatif lalu menjadi pembenaran seolah-olah tidak ada jalan lain selain ditabrakkan ke gunung itu,” tegas Lasarus.

“Jadi tadi pemerintah ini seolah-olah menggiring memang tidak ada jalan lain, harus ke situ. Ini yang saya enggak demen penjelasan nya gitu loh, itu saya bilang normatif, kayak gak ada jalan lain selain ditabrakkan ke gunung itulah pesawat ini. Ini yang harus kita urai secara bersama, terkait dengan kejadian ini,” tandasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cek Pembaruan di New Toyota Raize
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Delapan Keluarga Sudah Pemeriksaan Ante Mortem, Pemeriksaan Post Mortem Masih Tunggu Jenazah Korban ATR 42-500
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Timnas Indonesia Ikut FIFA Series 2026, Erick Thohir: Uji Mental dan Kualitas
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
Eks Dirjen PAUD Buka-bukaan soal Nadiem di Sidang Korupsi Chromebook
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Ini 5 Negara dengan Biaya Hidup Paling Mahal di Dunia
• 14 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.