BPS Wanti-Wanti Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadan

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan bahwa tekanan inflasi komoditas pangan pada awal Ramadan merupakan pola yang berulang setiap tahun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyampaikan bahwa hal ini perlu diantisipasi pemerintah mengingat Ramadan akan jatuh pada bulan depan.

“Komoditas yang konsisten memberikan andil inflasi terbesar adalah daging ayam ras, telur ayam ras, beras, minyak goreng, dan cabai rawit,” kata Pudji dalam rapat kordinasi pengendalian inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri, dikutip pada Selasa (20/1/2026).

Kendati demikian, BPS mencatat adanya perkembangan harga yang positif pada sejumlah komoditas hortikultura pada pertengahan bulan pertama tahun ini.

Beberapa komoditas yang menunjukkan penurunan rata-rata harga adalah cabai rawit yang turun sebesar 10,91% serta bawang merah yang turun 3,59%.

Menanggapi hal ini, Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengamankan pasokan dan stabilitas harga pangan nasional jelang Ramadan.

Baca Juga

  • Jaga Harga Pangan, Pemerintah Siapkan Operasi Pasar Jelang Ramadan
  • Kemenhut Dorong Swasembada Pangan lewat Perhutanan Sosial
  • Bapanas Kebut Penyaluran Bantuan Pangan Aceh, Realisasi Hampir 90%

Di samping melakukan pemantauan harga, pihaknya juga melaksanakan fasilitasi distribusi pangan, hingga menggencarkan penyaluran beras dan jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bapanas juga disebut akan memperluas gerakan pangan murah, meningkatkan jumlah kios pangan, hingga mengusulkan pembentukan satgas pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan 2026.

Tak hanya pemerintah pusat, Nita lantas menekankan peran pemerintah daerah dalam mengidentifikasi potensi surplus dan defisit melalui neraca pangan wilayah. Harapannya, stabilitas pangan dapat lebih terjamin.

“Bapanas mendorong daerah untuk mengambil langkah-langkah kebijakan yang adaptif sesuai kondisi wilayah masing-masing,” katanya dalam keterangan resmi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Demi Eks Bayern Munchen, Persija dan Persebaya Siap Saling Sikut
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung, Ini 10 Tragedi Penerbangan Mematikan di Indonesia
• 12 jam lalufajar.co.id
thumb
InJourney Tekan Emisi Karbon hingga 4.000 Ton CO2 Sepanjang 2026
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Matinya Dunia Sastra di Kalangan Pelajar
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Ongkos Logistik Naik, Banjir Pukul Dunia Usaha
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.