Konektivitas TransJakarta 92 Persen, Warga Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi untuk Kurangi Macet

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut tingkat konektivitas Transjakarta telah mencapai 92 persen. Namun pemanfaatannya atau penumpang masih rendah.

Konektivitas TransJakarta 92 Persen, Warga Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi untuk Kurangi Macet

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut tingkat konektivitas Transjakarta telah mencapai 92 persen. Namun pemanfaatannya atau penumpang masih rendah.

"Yang berikutnya 92 persen itu adalah Transjakarta secara keseluruhan konektivitas terhubungnya. Pemanfaatannya mungkin di bawah 25 persen ya, 23,4 persen," kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (20/1/20226).

Baca Juga:
Kalista Siap Tambah Pasokan Armada Bus Listrik untuk TransJakarta

Dia menambahkan, jika tingkat pemanfaatan transportasi umum meningkat hingga 30 persen, dia menyakini hal tersebut bisa mengurangi kemacetan di Jakarta. 

"Kalau masyarakat kita sudah menggunakan katakanlah 30 persen secara terus-menerus secara signifikan itu pasti akan mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta," kata Pramono.

Baca Juga:
Transjakarta Sesuaikan 31 Rute di Malam Tahun Baru, Jam Operasional MRT-LRT Diperpanjang

Maka dari itu, Pramono mengimbau agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum. Sebab TransJakarta saat ini juga telah terhubung dengan tranportasi umum seperti Jaklingko, MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

"Nah saya ingin meningkatkan ini supaya orang itu secara terus-menerus memanfaatkan angkutan umum yang dimiliki oleh pemerintah Jakarta itu secara terus-menerus. Bukan kemudian masih menggunakan kendaraan pribadinya," kata dia.

Baca Juga:
Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Transjakarta, MRT, hingga LRT di 31 Desember 2025

Pramono menilai masih banyak warga yang belum sepenuhnya beralih ke transportasi umum karena tetap mengandalkan kendaraan pribadi.

Meski ada juga pengguna transportasi umum tapi tetap menggunakan kendaraan pribadi di awal perjalanannya. 

"Masih banyak yang kemudian berangkat ke kantor naik kendaraan pribadi atau menitipkan kendaraan pribadi di park and ride dan kemudian dia menggunakan transportasi umum kemudian dia kembali lagi ke transportasi pribadi," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukit Uluwatu (BUVA) Siapkan Rights Issue II, Terbitkan 50 Miliar Saham Baru
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Keluarga Nilai Janggal, Polda NTT Lakukan Ekshumasi Jasad Delfi Korban Kecelakaan 1 Tahun Lalu
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Norma, Stabilitas Kawasan, dan Kepentingan RI di Indo-Pasifik
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Viral Menu Kering MBG Disebut Jatah 2 Hari, Kepala SPPG Bekasi: Itu Salah Paham
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Pengguna Bus Listrik Medan Tembus 2,7 Juta Penumpang Sepanjang Tahun 2025
• 58 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.