Trump dan Eropa Berebut Agenda di Davos, Isu Greenland Jadi Sorotan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Para pemimpin Uni Eropa tampil lebih dulu di panggung World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (20/1), di tengah memanasnya hubungan dengan Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman tarif kepada delapan negara Eropa terkait sengketa Greenland.

Forum elite dunia itu langsung diwarnai ketegangan karena kebijakan Trump dinilai mengguncang tatanan global yang selama ini dijaga WEF.

Delegasi besar AS sudah lebih dulu tiba di Davos untuk mempromosikan agenda pemerintahan Trump. Presiden AS itu dijadwalkan berpidato pada Rabu (21/1) dan mengikuti sejumlah agenda hingga Kamis (22/1).

Sejumlah pemimpin dunia memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan sikap mereka sebelum Trump naik ke mimbar utama.

Kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, menjadi dua figur utama Eropa yang berbicara pada hari pertama. Von der Leyen mengungkapkan ia telah bertemu delegasi Kongres AS dan menegaskan sikap Uni Eropa soal Greenland.

“Saya menyampaikan perlunya menghormati kedaulatan Greenland dan Kerajaan Denmark secara tegas,” tulisnya di media sosial pada Senin (19/1), seperti dikutip AFP.

Sementara Macron memilih meninggalkan Davos tanpa bertemu Trump, Kanselir Jerman Friedrich Merz justru menyatakan akan berusaha menemui Presiden AS itu. Menurut Merz, negara-negara Eropa sepakat menahan diri.

“Kami ingin menghindari eskalasi sengketa ini sebisa mungkin,” kata dia.

Ketegangan dipicu oleh ancaman Trump yang berencana mengenakan tarif ke delapan negara Eropa sebagai tekanan dalam sengketa Greenland, wilayah otonom Denmark yang punya posisi strategis di kawasan Arktik. Uni Eropa kini mulai menimbang langkah balasan dan dijadwalkan menggelar pertemuan darurat di Brussel pada Kamis.

Nada keras datang dari Presiden Finlandia Alexander Stubb. Ia menilai ancaman tarif terhadap sesama sekutu tidak bisa diterima.

“Ancaman tarif di level sekutu itu tidak dapat diterima. Itu melemahkan hubungan transatlantik dan dalam kasus terburuk, bisa memicu lingkaran konflik,” ujarnya.

Saat ditanya soal kemungkinan penggunaan kekuatan militer oleh AS, Stubb mencoba menenangkan situasi.

“Saya tidak percaya Amerika Serikat akan mengambil alih Greenland secara militer,” katanya.

Denmark sendiri mengusulkan agar NATO memulai operasi pengawasan di Greenland untuk menjawab kekhawatiran keamanan.

Di tengah tensi ini, pidato Trump di Davos pada Rabu menjadi sorotan utama. Banyak pihak menilai sikap yang akan disampaikan Trump bisa menentukan arah baru hubungan AS dan Eropa, sekaligus memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi global ke depan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rano Karno Tinjau Persiapan Imlek di Glodok, Soroti Penataan Kawasan dan Parkir Liar
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Menkes: 78 Rumah Sakit Terdampak Bencana Sumatra Beroperasi Normal
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Guru SDN di Tangsel Beri Uang Jajan Rp 5 Ribu Usai Cabuli Siswa
• 6 jam laludetik.com
thumb
Sosok Pacar Umay Shahab yang Dikaitkan dengan Mundurnya Prilly Latuconsina dari Sinemaku Pictures
• 1 jam laluinsertlive.com
thumb
Mensesneg Ungkap Jenis Pelanggaran 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.