Grid.ID - Kabar kurang menyenangkan datang dari artis Aurelie Moeremans. Di tengah kesuksesan karya terbarunya yang berjudul Broken Strings, istri Tyler Bigenho itu justru harus menghadapi serangan siber yang meresahkan.
Buku digital yang mengisahkan pengalaman traumatis masa lalunya tersebut rupanya memicu reaksi dari pihak-pihak tak bertanggung jawab. Tak main-main, wanita berusia 32 tahun ini mendeteksi adanya upaya peretasan terhadap akun media sosial pribadinya yang diduga kuat berasal dari daerah Bogor, Jawa Barat.
Melalui unggahan di laman Instagram resminya @aurelie beberapa waktu lalu, bintang film Story of Kale ini menceritakan kronologi kejadian tersebut.
"Tahun 2025 ditutup dengan cukup absurd, aku berhasil di hack," kata Aurelie Moeremans dalam unggahannya.
Ia menjelaskan bahwa intensitas serangan digital tersebut meningkat drastis tepat setelah ia meluncurkan karyanya ke publik.
"Jadi semenjak aku rilis buku aku yang Broken Strings itu, setiap hari ada yang coba masuk ke akun aku, email palsu, link link ngaco," lanjutnya.
"Tapi aku kan sempet bikin akun khusus buat buku aku jadi kalau aku mau upload tentang buku aku ada tempatnya sendiri gitu kan. Aku urus bentar bisa masuk lagi tiba-tiba ada notif ada yang login dari Bogor, dan setelahnya akunnya di-delete, hilang," terang Aurelie Moeremans.
Meski mendapat teror digital, Aurelie tidak terlalu panik. Pasalnya, ini bukan kali pertama ia menghadapi situasi serupa. Pengalamannya bersuara lantang mengenai isu-isu sosial dan politik di masa lalu membuatnya lebih siap menghadapi ancaman peretasan.
"Tapi jujur aja good luck sih kalau mau hack akun aku yang ini. Apalagi waktu aku ngepost soal politik Indonesia banyak yang coba nge-hack, jadi aku udah berpengalaman," papar Aurelie Moeremans.
Adapun Broken Strings sendiri merupakan kisah personal Aurelie yang mengangkat isu toxic relationship dan manipulasi, yang mana relevan dengan banyak orang.
Kendati merasa terganggu, Aurelie memilih untuk fokus pada pencapaian positif bukunya. Ia menyentil sang pelaku sambil memamerkan kesuksesan bukunya yang telah diakses puluhan ribu pembaca.
"Sebel sih, tapi bukunya tetep udah dibaca 60 ribu orang, terus masih ada di link bio aku, dan sudah banyak orang yang terbantu dengan buku aku," ungkapnya.
Dalam berbagai kesempatan, Aurelie menekankan bahwa ia tidak sedang mencari belas kasihan publik. Tujuan utamanya adalah edukasi mengenai child grooming, sebuah kejahatan serius yang sering kali tidak disadari oleh korbannya.
"Ini bukan tentang aku. Ini tentang awareness. Supaya orang tua tahu bagaimana harus bersikap dan melindungi anak," tulis Aurelie dalam unggahannya belum lama ini.
Ia berharap pengalaman pahitnya bisa menjadi tameng bagi generasi muda. Ia tak ingin ada korban lagi yang jatuh ke lubang yang sama.
"Supaya anak muda tahu ciri-ciri child grooming dan bisa mengenalinya sejak awal. Supaya mereka bisa menghindar sebelum terlambat," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




