Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi menyebut "aturan 25 detik" juga bisa diterapkan di turnamen lain.
BWF menerapkan "aturan 25 detik" yakni mewajibkan pemain untuk sesegera mungkin melakukan servis setelah batas reli berakhir. Para pemain hanya mempunyai durasi maksimal 25 detik untuk langsung melakukan servis.
Aturan yang dalam tahap uji coba ini diterapkan pada gelaran Indonesia Masters 2026 yang sedang berlangsung di Istora, Senayan, Jakarta.
"Enggak ada masalah sih (dengan aturan 25 detik). Tadi juga udah dicoba juga menurut saya juga enggak ada masalah juga. Jadi ya mungkin bisa juga diterapkan di turnamen selanjutnya juga," ungkap Reza dalam konferensi pers usai pertandingan di Istora, Senayan, Jakarta, Selasa.
Sementara itu Sabar menilai bahwa aturan ini membuatnya lebih efisien dan fleksibel karena tidak mengganggu ritme permainan.
Baca juga: Fajar/Fikri tak alami kendala dengan "aturan 25 detik"
Aturan 25 detik, yang masih dalam tahap uji coba, ditujukan untuk meningkatkan efektivitas permainan serta meminimalkan penundaan di lapangan.
Dalam aturan 25 detik, para pemain masih diperbolehkan untuk melakukan aktivitas singkat seperti minum, mengelap keringat, atau mengikat tali sepatu. Tetapi penerima servis masih diwajibkan mengikuti tempo permainan dan dilarang memperlambat jalannya laga.
Sabar/Reza baru mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah mengandaskan ganda Malaysia Chia Weijie/Lwi Sheng Hao lewat rubber gim 21-18, 19-21, 21-10.
Kemenangan ini membuat Sabar/Reza menjaga tren positif tim Indonesia di sektor ganda putra setelah memastikan empat wakil tersisa di babak 16 besar.
Selain Sabar/Reza, terdapat Raymond Chandra/Nikolaus Joaquin, Leo Rolly Carnado/Bagas Maulaan dan Fajar Alfian/Moh. Shohibul Fikri yang mengamankan tempat di babak 16 besar.
Baca juga: Sabar/Reza ingin berjaya di Indonesia Masters
Baca juga: Fajar/Fikri berharap bersua Leo/Bagas di 16 besar Indonesia Masters
BWF menerapkan "aturan 25 detik" yakni mewajibkan pemain untuk sesegera mungkin melakukan servis setelah batas reli berakhir. Para pemain hanya mempunyai durasi maksimal 25 detik untuk langsung melakukan servis.
Aturan yang dalam tahap uji coba ini diterapkan pada gelaran Indonesia Masters 2026 yang sedang berlangsung di Istora, Senayan, Jakarta.
"Enggak ada masalah sih (dengan aturan 25 detik). Tadi juga udah dicoba juga menurut saya juga enggak ada masalah juga. Jadi ya mungkin bisa juga diterapkan di turnamen selanjutnya juga," ungkap Reza dalam konferensi pers usai pertandingan di Istora, Senayan, Jakarta, Selasa.
Sementara itu Sabar menilai bahwa aturan ini membuatnya lebih efisien dan fleksibel karena tidak mengganggu ritme permainan.
Baca juga: Fajar/Fikri tak alami kendala dengan "aturan 25 detik"
Aturan 25 detik, yang masih dalam tahap uji coba, ditujukan untuk meningkatkan efektivitas permainan serta meminimalkan penundaan di lapangan.
Dalam aturan 25 detik, para pemain masih diperbolehkan untuk melakukan aktivitas singkat seperti minum, mengelap keringat, atau mengikat tali sepatu. Tetapi penerima servis masih diwajibkan mengikuti tempo permainan dan dilarang memperlambat jalannya laga.
Sabar/Reza baru mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah mengandaskan ganda Malaysia Chia Weijie/Lwi Sheng Hao lewat rubber gim 21-18, 19-21, 21-10.
Kemenangan ini membuat Sabar/Reza menjaga tren positif tim Indonesia di sektor ganda putra setelah memastikan empat wakil tersisa di babak 16 besar.
Selain Sabar/Reza, terdapat Raymond Chandra/Nikolaus Joaquin, Leo Rolly Carnado/Bagas Maulaan dan Fajar Alfian/Moh. Shohibul Fikri yang mengamankan tempat di babak 16 besar.
Baca juga: Sabar/Reza ingin berjaya di Indonesia Masters
Baca juga: Fajar/Fikri berharap bersua Leo/Bagas di 16 besar Indonesia Masters




