Seruan Boikot China Menggila, Taktik Amerika Berhasil

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/DADO RUVIC

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) sejak 2022 lalu telah memblokir peralatan telekomunikasi dari raksasa China, Huawei dan ZTE. Sejak saat itu, AS juga mengajak para sekutunya di kawasan Eropa untuk melakukan langkah yang sama.

Kini, 'bujukan' AS tampaknya berhasil. Uni Eropa dilaporkan sedang bergerak untuk 'menyingkirkan' peralatan buatan China dari infrastruktur kritis. Hal ini akan membatasi Huawei dan ZTE dari sistem energi solar dan jaringan telekomunikasi di kawasan Eropa, menurut laporan Financial Times pada akhir pekan lalu.


Dikutip dari Reuters, Selasa (20/1/2026), rezim saat ini berencana untuk membatasi vendor-vendor 'berisiko' asal China secara sukarela. Namun, proposal keamanan siber di kawasan itu sepertinya akan membuat mandat untuk negara-negara Uni Eropa yang seakan mewajibkan pemblokiran terhadai ZTE dan Huawei, menurut laporan dari sumber dalam yang tidak diidentifikasi.

Pilihan Redaksi
  • Setahun Trump: Penguasa Wall Street Berganti: Siapa Jadi Raja Baru?
  • Pasar Saham Eropa "Awur-awuran", Lagi-Lagi Trump Jadi Biang Kerok

Beberapa perusahaan telekomunikasi di negara-negara besar seperti Spanyol dan Jerman, sebelumnya menolak untuk mengambil langkah-langkah tersebut. Proposal keamanan siber untuk negara-negara Eropa rencananya akan dipublikasikan pada pekan ini.

Jadwal untuk penghapusan bertahap entitas China dari jaringan infrastruktur kritis Uni Eropa akan tergantung pada skala risiko di kawasan. Sektor-sektor spesifik yang disebutkan akan mempertimbangkan biaya dan ketersediaan pemasok alternatif, menurut laporan Financial Times, dikutip dari Reuters.

Reuters tak bisa segera memverifikasi laporan tersebut. Komisi Eropa, Kementerian Perdagangan China, Huawei, dan ZTE, tidak segera merespons permintaan komentar dari Reuters.

Sebelumnya, Huawei dilaporkan tengah mempertimbangkan masa depan untuk fasilitas pabrik yang baru saja rampung di Prancis selatan, menurut laporan Reuters pada Desember 2025. Pembangunan pabrik tersebut dilakukan di tengah sikap yang makin keras dari beberapa pemerintah Eropa terhadap penggunaan peralatan buatan China dan lambatnya peluncuran 5G di Eropa.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Tiktok di Amerika Serikat Resmi Diakuisisi!

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan: Ada Toba Pulp hingga Anak Usaha APRIL
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Perdagangan Spot Bitcoin Kembali Dipilih Investor Ritel Indonesia sebagai Strategi Minim Risiko
• 16 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Profil Risma Ardhi Chandra, Wabup Pati yang Berpeluang Jadi Pj Usai Bupati Sadewo Tersangka
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai Indonesia bagian Selatan pada 20-26 Januari 2026
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Truk Tabrak Separator di Casablanca, Lalin Sempat Macet
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.