Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka peluang kerja sama investasi dengan Kanzai Corporation, perusahaan asal Jepang, dan PT Kiara Multi Lestari (KML) dalam skema perdagangan karbon strategis.
Langkah ini diambil menyusul keberhasilan Kaltim meraih dana karbon senilai US$89,1 juta dari program Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF-CF) pada Desember 2025.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyatakan pemerintah daerah bersikap akomodatif terhadap investor yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan.
"Selamat datang di Benua Etam. Pemprov Kaltim sangat terbuka terhadap rencana investasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, khususnya dalam perdagangan karbon ke depan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/1/2026).
Dia menambahkan, potensi yang menjadi daya tarik utama adalah surplus karbon dari implementasi FCPF-CF, program kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kaltim dengan World Bank.
Dana yang telah diterima tersebut menandai pencapaian signifikan dalam upaya konservasi hutan sekaligus membuka jalan bagi monetisasi aset lingkungan.
Seno mengungkapkan bahwa pintu investasi yang dibuka ini bukan tanpa syarat.
"Kami membuka ruang kolaborasi dengan para investor, baik dari dalam maupun luar negeri, sepanjang sejalan dengan regulasi yang berlaku serta prinsip pembangunan berkelanjutan," ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Administrasi Umum Setdaprov Kaltim Ujang Rahmad mengungkapkan pertemuan ini masih bersifat penjajakan awal.
"Masih belum detail. Masih penjajakan beli karbon dan mereka minat investasi jual beli karbon dengan skema yang akan dibicarakan lebih lanjut," ungkapnya.
Adapun, dia menuturkan bahwa selain perusahaan Jepang terdapat pula sejumlah perusahaan yang sudah tertarik dengan karbon Benua Etam ini"Amazon juga tertarik," pungkasnya.




