Bisnis.com, BATAM — Pemerintah mempercepat penguatan ekonomi desa dengan mendorong desa tematik dan desa ekspor sebagai strategi hilirisasi ekonomi berbasis potensi lokal.
Hal itu diungkap oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto pada kegiatan, rakesnas XVII APKASI 2026 di Batam, Selasa 20 Januari 2026.
Menurutnya, pembangunan desa saat ini tidak lagi berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi diarahkan pada penguatan rantai nilai dan perluasan pasar agar desa memiliki daya saing ekonomi yang berkelanjutan.
“Desa sekarang kita dorong bukan hanya menghasilkan, tetapi juga mengelola dan memasarkan. Dari situlah nilai tambah ekonomi desa bisa tumbuh,” kata Yandri.
Ia menjelaskan, Kementerian Desa telah menginisiasi berbagai model desa tematik yang disesuaikan dengan potensi lokal, seperti desa nila, desa lele, desa ayam petelur, desa jagung, hingga desa hortikultura.
“Model ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan menopang program strategis pemerintah,” kata dia.
Selain desa tematik, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi instrumen utama dalam proses hilirisasi ekonomi desa.
Yandri menyebutkan, keberhasilan hilirisasi desa mulai terlihat dari sejumlah desa binaan Kementerian Desa yang berhasil menembus pasar internasional. Salah satunya desa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang pada Desember lalu melakukan ekspor perdana kopi dan kemiri ke Australia.
“Tidak menutup kemungkinan desa lain juga sama,” jelas dia.
Upaya tersebut diperkuat melalui program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang saat ini telah menjangkau sekitar 1.110 desa, dengan dukungan anggaran ratusan juta rupiah per desa untuk pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Menurut Yandri, percepatan hilirisasi ekonomi desa membutuhkan sinergi lintas sektor, terutama kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan data potensi desa yang akurat.
“Kami siap menjembatani dari sisi permodalan, pemasaran, pendampingan, sampai pemberdayaan. Yang penting potensi desa itu betul-betul dimaksimalkan,” ujarnya.





