Astronom Temukan "Gunung Berapi Kosmik": Lubang Hitam Raksasa Bangkit Setelah 100 Juta Tahun

mediaindonesia.com
21 jam lalu
Cover Berita

PARA astronom baru saja menyaksikan fenomena luar biasa di kedalaman alam semesta. Sebuah lubang hitam supermasif yang telah "tertidur" selama sekitar 100 juta tahun tiba-tiba bangkit kembali dengan ledakan dahsyat, menciptakan struktur plasma yang membentang hingga satu juta tahun cahaya.

Lubang hitam yang terletak di jantung galaksi J1007+3540 ini dijuluki sebagai "gunung berapi kosmik", karena sifatnya yang kembali aktif secara dramatis setelah periode tenang yang sangat lama.

Siklus Hidup yang Berulang

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society ini menggunakan data dari Low Frequency Array (LOFAR) di Belanda dan Giant Metrewave Radio Telescope (uGMRT) di India. Hasil pemindaian radio menunjukkan adanya "pertarungan" gravitasi antara jet lubang hitam dengan galaksi di sekitarnya.

Baca juga : Lubang Hitam Raksasa Ditemukan di Galaksi Mini, Ubah Pemahaman Ilmuwan Tentang Alam Semesta

"Ini seperti melihat gunung berapi kosmik meletus lagi setelah masa tenang yang lama, kecuali yang satu ini cukup besar untuk membentuk struktur yang membentang hampir satu juta tahun cahaya di ruang angkasa," ujar ketua tim peneliti, Shobha Kumari dari Midnapore City College, India, dalam sebuah pernyataan resmi.

Fenomena ini membuktikan bahwa beberapa Inti Galaksi Aktif (AGN) bersifat episodik, atau bisa hidup dan mati dalam skala waktu kosmik. Struktur jet yang ditemukan memiliki lapisan unik. jet bagian dalam yang sangat terang dan "kepompong" luar yang lebih redup. Lapisan redup tersebut merupakan sisa-sisa fosil dari ledakan masa lalu sebelum lubang hitam tersebut dorman.

Interaksi dengan Gugus Galaksi

J1007+3540 menjadi istimewa bukan hanya karena aktivitasnya yang dimulai kembali, tetapi juga karena lingkungannya. Galaksi ini berada di dalam gugus galaksi masif yang dipenuhi gas sangat panas. Tekanan eksternal yang besar ini menekan dan mengubah bentuk jet plasma yang dikeluarkan oleh lubang hitam tersebut.

Baca juga : Lubang Hitam: Objek Misterius yang Nyata dan Menakutkan

"J1007+3540 adalah salah satu contoh paling jelas dan spektakuler dari AGN episodik dengan interaksi jet-gugus, di mana gas panas di sekitarnya membengkokkan, menekan, dan mendistorsi jet tersebut," tambah anggota tim peneliti, Sabyasachi Pal.

Data dari uGMRT mengungkapkan wilayah yang terkompresi terdiri dari partikel-partikel tua yang telah kehilangan banyak energinya. Selain itu, ditemukan jejak samar yang membentang ke arah barat daya, sebuah aliran plasma berusia jutaan tahun yang terseret melalui gugus galaksi tersebut.

Penemuan ini memberikan pelajaran berharga bagi para astronom mengenai bagaimana lubang hitam supermasif berinteraksi dengan lingkungannya dan bagaimana siklus hidup mereka memengaruhi pertumbuhan serta evolusi galaksi selama jutaan tahun. (Space/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal UCL Pekan Ini: Duel Sengit Inter Milan vs Arsenal di Matchday 7
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Daftar 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Prabowo imbas Bencana Sumatera
• 7 jam lalukompas.com
thumb
China janjikan dukungan penuh untuk perdagangan bebas di Davos
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
PM Kanada: Era rivalitas kekuatan besar, taat tak jamin aman
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Menag Bicara Peran Ekoteologi dalam Hubungan Manusia dan Lingkungan
• 14 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.