Santai! Noel Ebenezer Janji Ungkap Partai Politik dan Ormas Terlibat Korupsi Senin Depan

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia periode 2024-2025, Imanuel Ebenezar Gerungan, secara resmi didakwa menerima gratifikasi dalam kasus korupsi yang terkait dengan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dakwaan dibacakan dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin, 19 Januari.

Dalam persidangan yang juga mengadili 10 terdakwa lainnya, jaksa penuntut umum menyampaikan bahwa Imanuel Ebenezer Gerungan yang akrab disapa Noel, didakwa menerima gratifikasi senilai Rp3,3 miliar dan satu unit motor mewah merek Ducati Scrambler warna biru dongker. Pemberian tersebut diduga berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan pihak swasta.

Selain penerimaan gratifikasi, Noel bersama para terdakwa lainnya juga didakwa melakukan tindak pidana pemerasan terhadap para pemohon sertifikasi K3. Total nilai pemerasan mencapai Rp6,52 miliar, di mana Noel diduga memperoleh keuntungan pribadi sebesar Rp70 juta dari aksi tersebut.

Jaksa menegaskan bahwa penerimaan uang dan barang mewah itu dilakukan oleh Noel baik secara langsung maupun tidak langsung, berkaitan dengan jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dan berlawanan dengan kewajiban serta tugasnya.

Menarik perhatian publik, sebelum memasuki ruang sidang, Imanuel Ebenezer Gerungan memberikan pernyataan mengejutkan kepada awak media. Ia menyatakan bahwa ada satu partai politik dan satu organisasi masyarakat (ormas) yang terlibat langsung dalam “permainan” kasus korupsi ini.

“Harapannya sih pengin bebas. Tapi ketika kita sudah diorkestrasi sebagai gembong koruptor, kita akan mengiyakan sebagai gembong koruptor. Ya, yang jelas ada satu partai dan satu ormas yang terlibat langsung dalam permainan ini,” ujar Noel di depan pengadilan.

Saat ditanya lebih lanjut oleh wartawan mengenai identitas partai dan ormas yang dimaksud, Noel enggan menjawab secara langsung namun berjanji akan mengungkapkannya di kemudian hari. 

“Senin depan saya kasih tahu partainya dan nama ormasnya,” janjinya, sembari menambahkan, “Warnanya deh, Bang. Jangan kasih tahu warnanya, yang jelas partai dan ormasnya.”


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan termasuk 22 Perusahaan Pemanfaatan Hutan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Divhubinter pulangkan buronan red notice Interpol dari Bali ke Rumania
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Trump Undang Putin ke Dewan Perdamaian Gaza, Rusia Pelajari Proposalnya
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BEI Tegur Emiten Bakrie (DEWA), Layangkan Surat Peringatan hingga Potensi Denda
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jaksa Agung Ungkap Kerugian Negara Akibat Korupsi Tembus Rp300,86 Triliun Sepanjang 2025
• 13 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.